Launching Digelar Ramon Ditinggal

Launching Digelar Ramon Ditinggal
LAUNCHING: Skuat Persib Bandung diperkenalkan secara resmi di Bandung Arena, Selasa (25/8).

Oleh: Muhammad Ginanjar

INILAH, Bandung- Tak ada sosok Ramon Tanque dalam deretan penggawa Persib Bandung saat resmi diperkenalkan kepada publik. Striker asal Brasil itu dipastikan hengkang.

Maung Bandung memperkenalkan skuat final untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027 dalam acara bertajuk Pesta Biru di Bandung Arena, Jalan Cikutra, Selasa (25/8) sore WIB.

Prosesi perkenalan pemain dilakukan bersamaan dengan peluncuran jersey yang bakal dikenakan Thom Haye dan kawan-kawan di ajang Super League 2026/2027.

Manajemen klub memperkenalkan 32 pemain termasuk delapan rekrutan anyar. Sebut saja Gabriel Mutombo (Prancis), Luka Menalo (Bosnia-Herzegovina), Sandy Walsh, Gakuto Notsuda (Jepang), Ragnar Oratmangoen, Balsa Sekulic (Montenegro), Mariano Peralta (Argentina) dan Danijel Loncar (Kroasia).

Sementara itu, sisanya merupakan pemain lama atau pemain yang sukses mengantarkan Persib juara musim 2025/2026.

Tidak ada nama Ramon Tanque dalam daftar 32 pemain tersebut. Usut punya usut, striker asal Brasil itu diputuskan untuk dipinjamkan.

“Ramon itu lagi dalam proses peminjaman. Nah, nanti keputusan akhirnya nanti akan disampaikan dalam momen terpisah,” ujar Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan.

Dengan alasan ini, Adhitia belum bisa memberikan keterangan soal tim yang akan diperkuat Ramon Tanque setelah tak lagi berseragam Persib Bandung.

“Pokoknya nanti ada momen terpisah,” kata Adhitia.

Di sisi lain, jersey Persib musim ini mengusung konsep “Lives Inside Us”. Konsep tersebut membawa pesan tentang identitas, nilai, dan semangat yang terus hidup di dalam Persib dan seluruh elemen yang menjadi bagian dari klub.

Lebih dari sekadar perlengkapan pertandingan, jersey menjadi simbol kebanggaan yang menghubungkan klub, Kota Bandung, pemain, dan Bobotoh.

“Lives Inside Us” merefleksikan hubungan yang terus terjaga antara Persib dan Bobotoh. Semangat tersebut tidak hanya hadir ketika para pemain bertanding di lapangan, tetapi juga hidup dalam diri setiap orang yang merasa memiliki ikatan dengan Persib.

Konsep ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah klub tidak dibangun oleh satu elemen saja. Ada kerja keras pemain dan tim, dukungan manajemen, identitas kota, serta energi Bobotoh yang bersama-sama membentuk kekuatan Persib.

“Kami ingin jersey musim ini tidak hanya menjadi identitas yang dikenakan ketika Persib bertanding, tetapi juga menjadi bagian dari cerita setiap Bobotoh," lanjut Adhitia.

Pada jersey Persib tersebut, Kelme menghadirkan K-Loomax sebagai teknologi material utama, dengan Shift Loop 26YN Jacquard Circular Fabric sebagai bagian dari struktur kainnya.

Teknologi ini teruji dapat membantu menciptakan sirkulasi udara yang baik sekaligus menjaga bobot jersey tetap ringan, sehingga pemain dapat bergerak lebih leluasa dan tetap nyaman selama pertandingan.

Terdapat struktur tiga dimensi pada material yang dipakai guna mendukung sirkulasi udara yang lebih baik serta kemampuan moisture-wicking dan quick-dry untuk membantu mengelola kelembapan selama aktivitas dengan intensitas tinggi.

Karakteristik tersebut membantu mengurangi rasa lengket dan gesekan pada kulit, sehingga memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman bagi pemain maupun Bobotoh.

Pada sisi desain, teknologi jacquard memungkinkan pengembangan berbagai pola yang kompleks dan memiliki visual recognition yang kuat, dengan perpaduan karakter retro dan modern yang memberikan identitas tersendiri pada tampilan jersey.

“Sebagai merek berstandar global, Kelme selalu berupaya konsisten dalam menghadirkan standar material yang premium, teknologi, dan pengembangan dengan standar kualitas yang sama untuk setiap klub atau negara yang bekerja sama dengan Kelme," ucap Violet Wu, International Sales Director of Kelme.

Jersey home mempertahankan warna Biru sebagai identitas utama Persib sekaligus simbol kesetiaan yang terus melekat dalam perjalanan klub.

Desainnya menghadirkan ornamen garis vertikal dengan warna yang merepresentasikan kedekatan dengan Kota Bandung. Elemen tersebut mempertemukan identitas Persib dengan karakter kota yang menjadi rumah dan bagian penting dari perjalanan klub.

Jersey kandang tersebut membawa pesan Ketangguhan dalam Harmoni (Resilience Through Harmony). Ketika tantangan hadir, kekuatan Persib tumbuh dari kemampuan seluruh elemennya untuk tetap bersatu dan saling menguatkan.

Warna Biru menjadi titik temu antara pemain, klub, dan Bobotoh dalam satu semangat. Semangat untuk menjaga kebanggaan sekaligus membuka lembaran baru bersama.

Jersey away atau tandang merepresentasikan kesetiaan dan semangat juang yang terus menyertai Persib ketika menjalani pertandingan di luar Bandung.

Jersey ini menjadi simbol dari ribuan hati yang tetap terhubung meski berada di tempat berbeda. Dukungan tersebut menjadi energi bagi para pemain untuk terus berjuang, menghadapi setiap tantangan, dan memberikan yang terbaik di lapangan.

Jersey Third hadir dengan pendekatan desain yang lebih berani dan membawa pesan tentang semangat baru dalam menghadapi perkembangan zaman. Perpaduan warna salmon, yang merepresentasikan kehangatan hati, dengan biru muda, yang menggambarkan kejernihan pikiran, menghadirkan karakter yang optimistis, kreatif, dan penuh fokus.

Garis membujur yang tegas memperkuat karakter dinamis sekaligus adaptif. Elemen tersebut merepresentasikan kemampuan Persib untuk terus berkembang dan beradaptasi, tanpa meninggalkan identitas yang telah menjadi bagian dari klub.

Semangat baru bukan berarti meninggalkan apa yang telah dimiliki. Sebaliknya, perubahan menjadi ruang bagi Persib untuk terus belajar, bertumbuh, dan melangkah ke depan dengan fondasi yang tetap kuat.

Ketiga jersey ini sudah bisa dipesan dan sudah tersedia melalui sistem pre-order dengan harga Rp1.191.919. Atau juga bisa melakukan pemesanan secara langsung ke Persib Official Store di Graha Persib, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung.(bsf) 


Editor : Inilahkoran