Dadang Ajak Warga Teladani Akhlak Nabi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Dani R Nugraha
INILAH, Bandung - Suasana Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Dome Bale Rame Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (25/8), tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Di hadapan masyarakat, Bupati Bandung Dadang Supriatna membawa pesan yang lebih luas: tentang akhlak, tanggung jawab, hingga tantangan yang kini dihadapi masyarakat dan aparatur sipil negara.
Dadang mengajak warga Kabupaten Bandung meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Dia bersyukur karena mayoritas masyarakat Kabupaten Bandung beragama Islam dan berharap nilai-nilai agama ikut menjadi fondasi dalam membangun daerah.
Pesan itu disampaikan dalam Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus Tasyakur HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Bandung. Di tengah perayaan tersebut, Dadang juga menyampaikan rasa syukur karena kondisi Kabupaten Bandung hingga kini relatif aman dan terkendali.
"Semua masyarakat Kabupaten Bandung kompak untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas," katanya.
Bagi Dadang, pembangunan Kabupaten Bandung bukanlah cerita tentang seorang kepala daerah. Dia menegaskan capaian yang diraih pemerintah daerah merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat.
Keberhasilan Kabupaten Bandung, katanya, bukan hanya keberhasilan bupati, melainkan keberhasilan seluruh warga yang ikut menjaga dan membangun daerah.
Namun, di balik pesan kebersamaan itu, Dadang juga menyampaikan kegelisahan terhadap persoalan yang dinilai mulai menyentuh kalangan aparatur sipil negara. Dia mengaku prihatin karena masih ada dugaan ASN Kabupaten Bandung yang terjebak judi online.
Persoalan tersebut menurutnya tidak bisa dianggap sepele. Karena itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung diminta segera mengambil langkah.
"BKPSDM Kabupaten Bandung harus segera melakukan langkah-langkah. Kedepan, tidak ada lagi ASN yang terjebak judi online," ujarnya.
Dadang bahkan mengingatkan para ASN agar tidak menjadikan judi online sebagai jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan. "Jadi tak ada kata judi. Jangan mimpi bakal kaya melalui judi online," katanya.
Dia menegaskan ASN yang terbukti atau diduga terlibat judi online akan mendapatkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pesan Dadang kemudian bergeser pada persoalan lain: kemampuan keuangan daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung, kata dia, terus diupayakan agar dapat dioptimalkan.
Upaya itu menjadi penting karena Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Bandung mengalami pengurangan hingga sekitar Rp1 triliun.
Meski ruang fiskal menyempit, pemerintah daerah tetap berupaya mempertahankan sejumlah program yang dianggap penting bagi masyarakat. (gin)
Editor : Inilahkoran

