68 Warga Lembang Keacunan Massal, Dinkes KBB Segera Ambil Sampel Makanan

Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat, jumlah warga yang diduga menjadi korban keracunan massal usai menyantap hidangan hajatan sebanyak 68 orang.

68 Warga Lembang Keacunan Massal, Dinkes KBB Segera Ambil Sampel Makanan

INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan warga Kampung Karamat RW 07, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) usai menyantap hidangan hajatan tengah ditindaklanjuti Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat.

Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat, jumlah warga yang diduga menjadi korban keracunan massal usai menyantap hidangan hajatan sebanyak 68 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes KBB Nurul Rasihan mengatakan, pihaknya sudah mengambil sampel makanan dan minuman dari acara hajatan yang diduga jadi penyebab warga mengalami gejala mual dan muntah.

"Untuk sampelnya dari semalam udah diambil. Untuk jenis jenisnya itu ada beberapa, nasi, sop sapi, tempe orek, kikil bumbu kuning, capcay ayam suwir, ikan asin sama air minum," kata Nurul saat dihubungi, Kamis 20 Juni 2024.

Nurul menyebut, berbagai jenis sampel makanan dan minuman tersebut sudah dikirim Laboratorium Kesehatan Provinsi (Labkesprov) Jawa Barat untuk dilakukan pengujian. 

Setidaknya, dibutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk melakukan analisis penyebabnya.

"Sudah dikirim ke Labkesprov, katanya sekitar 14 hari kerja baru keluar hasilnya," ujarnya.

Tak hanya itu, sambung Nurul, pihaknya juga turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran. Hasilnya, warga awalnya mengalami gejala mual, muntah, lemas dan pusing usai mengkonsumsi hidangan dalam acara hajatan yang berlangsung pada Rabu 19 Juni 2024.

Kendati demikian, yang mengalami gejala tersebut hanya warga yang mengkonsumsi hidangan makanan dan minuman pada acara siang. Sementara, yang giliran mengkonsumsi hidangan saat pagi tidak ada yang mengalami dugaan keracunan.

"Jadi ada dua grup pagi sama siang. Katanya yang pagi mah gak masalah cuma setelah ditelusuri yang datang siang yang korban keracunan. Ini lagi ditelusuri kan menunya sama," paparnya.

Kepala Desa Cikahuripan Oman Haryanto menyebut, total ada 68 warga yang diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan dalam acara hajatan. 

Menurutnya, para korban sempat mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

"Total jumlah warga yang mengalami dugaan keracunan itu ada 68 orang. Sampai pagi ini mayoritas sudah pulang," ucap Oman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan keracunan yang dialami warganya itu terjadi beberapa jam setelah mereka mengonsumsi hidangan hajatan yang digelar pada Rabu siang. 

"Hajatannya kemarin, gak terlalu besar juga jadi hanya keluarga besar. Acaranya jam 12.00 WIB, jam 18.00 WIB baru ada keluhan mual," sebut Oman.*** 


Editor : Ahmad Sayuti