8 Halte BRT Bandung Disiapkan di Jalur Asia Afrika hingga Sudirman, Ini Daftarnya

Pembangunan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung mulai memasuki tahap lanjutan.

8 Halte BRT Bandung Disiapkan di Jalur Asia Afrika hingga Sudirman, Ini Daftarnya
Pembangunan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung mulai memasuki tahap lanjutan, setelah sebelumnya dilakukan survei lapangan di delapan titik halte yang berada pada jalur utama kota.

INILAHKORAN.ID - Pembangunan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung mulai memasuki tahap lanjutan, setelah sebelumnya dilakukan survei lapangan di delapan titik halte yang berada pada jalur utama kota. 

Proyek tersebut, menjadi bagian dari pengembangan transportasi massal berbasis koridor yang ditargetkan meningkatkan konektivitas dan mengurangi beban lalu lintas di kawasan perkotaan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan tim Project Management Consultant (PMC) serta tim proyek BRT, telah melakukan survei bersama di delapan lokasi halte yang akan dibangun pada jalur on corridor.

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, seluruh titik halte tersebut sebelumnya telah melalui tahapan sosialisasi di tingkat kewilayahan. Sosialisasi, dilakukan secara bertahap pihak konsultan dan Kementerian Perhubungan.

“Wilayah delapan halte yang sudah dibuat itu, sudah dilakukan sosialisasi di tingkat kecamatan. Baik dari PMC maupun dari pihak Kemenhub. Jadi hampir bersamaan sosialisasinya,” kata Rasdian Setiadi, Kamis (30/4/2026).

Dikemukakan dia, delapan titik halte yang telah disurvei berada di sejumlah ruas jalan strategis Kota Bandung.

Di antaranya BS 01 Jalan Suniaraja (Stasiun Hall), BS 03 Jalan Otto Iskandar Dinata (Dalem Kaum), BS 04 Jalan Otto Iskandar Dinata (Simpang Pasir Koja), BS 09 Jalan Dewi Sartika (Kepatihan), BS 10 Jalan Asia Afrika (Alun-Alun Bandung), BS 20 Jalan Jenderal Sudirman (Dulatip), BS 25 Jalan Jenderal Sudirman (Bundaran Cibeureum) dan BS 33 Jalan Banceuy (Banceuy Center).

Menurut Rasdian, pembangunan halte BRT tersebut merupakan bagian dari pengembangan jalur on corridor yang sudah direncanakan sebelumnya. Termasuk integrasi dengan koridor off corridor, yang telah lebih dulu dikerjakan.

“Yang off corridor sebelumnya sudah dilaksanakan. Tinggal beberapa lagi. Sekarang on corridor sudah mulai lagi, karena melihat timeline nya memang sudah bisa dimulai,” ucapnya.

Sambung dia, proyek BRT di Bandung Raya memiliki panjang koridor sekitar 21 kilometer yang melintasi sejumlah ruas utama kota. Beberapa di antaranya adalah Jalan Asia Afrika, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Dewi Sartika.

“Di kita itu seperti Jalan Asia Afrika, Sudirman itu on corridor. Otista dan Dewi Sartika juga termasuk, tapi bertahap. Nanti ada pengarah ke sana,” ujar dia.

Rasdian juga menyebut, pembangunan tidak dilakukan secara merata di seluruh kecamatan. Melainkan terfokus pada titik-titik tertentu sesuai dengan perencanaan jaringan BRT. “Tidak semua kecamatan, mungkin ada yang satu ruas jalan. Kalau yang banyak itu seperti Regol dan Bandung Wetan di pusat kota,” jelasnya.

Terkait tahapan pembangunan, pihaknya menjelaskan proses saat ini masih berada pada fase persiapan setelah survei dan penetapan pemenang tender dilakukan.

“Kalau sudah disurvei, berarti pembangunannya segera. Tinggal sebelum mengerjakan harus disosialisasikan dulu. Itu bagian dari perencanaan supaya di ujung tahun ini bisa dibangun,” ujar dia.

Sementara itu untuk aspek teknis seperti lebar halte, Rasdian menambahkan masih mengacu pada desain yang telah ditetapkan dalam perencanaan proyek. “Lebarnya sudah ditentukan, tapi saya belum hafal detailnya. Sekitar 2,5 atau 3 meter,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana