80 Warga Menunggu, DPRD Jabar Soroti Ketimpangan Program Rumah Panggung di Bekasi

Program pembangunan rumah panggung untuk korban banjir di Pondok Gede Permai dinilai belum menjangkau seluruh warga terdampak. 

80 Warga Menunggu, DPRD Jabar Soroti Ketimpangan Program Rumah Panggung di Bekasi
Anggota Komisi IV DPRD Jabar M Faizin menyoroti ketimpangan realisasi bantuan rumah pangggung yang masih jauh dari kebutuhan di lapangan. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Program pembangunan rumah panggung untuk korban banjir di Pondok Gede Permai dinilai belum menjangkau seluruh warga terdampak. 

Anggota Komisi IV DPRD Jabar M Faizin menyoroti ketimpangan realisasi bantuan rumah pangggung yang masih jauh dari kebutuhan di lapangan.

Hingga 2026, jumlah rumah panggung yang terbangun baru 18 unit, terdiri dari 8 unit pada tahun sebelumnya dan 10 unit tahun ini. Padahal, masih ada sekitar 80 warga yang hingga kini belum mendapatkan hunian yang dirancang khusus untuk menghadapi banjir tahunan.

“Kami berharap program ini bisa terus dikembangkan agar seluruh warga terdampak banjir dapat merasakan solusi yang sama. Sehingga dampak banjir bisa diminimalisir secara signifikan,” ujar Faizin usai meninjau pembangunan rumah panggung, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, keberlanjutan program ini sangat bergantung pada komitmen Pemprov Jabar dalam memperluas cakupan bantuan. Sebab, kawasan tersebut sudah lama dikenal sebagai titik rawan banjir yang berulang setiap tahun tanpa solusi permanen yang merata.

“Daerah ini langganan banjir setiap tahun, dengan konsep rumah panggung ini diharapkan warga tetap aman meskipun air menggenangi bagian bawah rumah,” ucapnya.

Program rumah panggung menjadi salah satu intervensi struktural yang ditawarkan Pemprov Jabar, untuk menjawab persoalan klasik banjir di wilayah permukiman padat. 

Dengan alokasi anggaran sekitar Rp125 juta per unit, rumah dirancang tidak hanya tahan terhadap genangan, tetapi juga tetap nyaman untuk ditinggali.

Secara teknis, bangunan menggunakan beton pracetak berstandar nasional dengan desain kolong terbuka yang fleksibel dimanfaatkan sebagai ruang tambahan. Keunggulan lain terletak pada efisiensi waktu pembangunan, di mana struktur utama dapat dipasang hanya dalam dua hari.

“Proses pemasangan struktur utama bahkan bisa dilakukan hanya dalam dua hari, dan secara keseluruhan pembangunan selesai dalam waktu sekitar empat bulan hingga siap dihuni,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani