88 Ribu KK Terdampak Kekeringan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Kemarau belum juga memberi banyak pilihan bagi sebagian warga Kabupaten Bogor. Ketika sumber air mulai terbatas, air bersih harus datang dari tempat lain untuk memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Sejak 10 Juni 2026, Pemkab Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Hingga 5 September 2026, lebih dari 4,8 juta liter air telah didistribusikan kepada masyarakat.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bogor, kekeringan kini telah meluas ke 33 kecamatan dan 178 desa/kelurahan.
Bantuan air disalurkan secara berkala melalui 676 titik distribusi.
Sebanyak 88.670 kepala keluarga atau 304.210 jiwa terdampak kondisi tersebut.
Bagi mereka, air yang datang bukan sekadar bantuan, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan aktivitas sehari-hari.
Kalak BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat mengatakan pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Setiap kebutuhan yang terpetakan menjadi dasar untuk mengatur distribusi bantuan.
“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan secara intensif.
Prioritas kami adalah memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari,” ujar Ade dalam keterangan persnya.
Pengiriman dilakukan dengan dua pola. Air bersih disalurkan langsung kepada masyarakat, sementara sebagian lainnya digunakan untuk mengisi toren penampungan umum agar warga memiliki cadangan air yang bisa digunakan bersama.
Hingga 5 September, BPBD telah menyalurkan 2.928.000 liter air bersih secara langsung melalui 603 rit distribusi. Sementara pengisian toren penampungan mencapai 1.880.000 liter melalui 235 rit. Jika digabungkan, total air yang telah disalurkan mencapai 4.808.000 liter. (gin)
Editor : Inilahkoran

