Warga Terusik Abu Vulkanik
ABU vulkanik mulai mengusik aktivitas warga. Polisi pun bergerak memberi perlindungan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Reza Zurifwan
Jalanan Bogor tak hanya dipenuhi kendaraan dan aktivitas warga, Minggu (6/9). Ada ancaman yang nyaris tak terlihat: partikel halus abu vulkanik yang mulai menyebar ke sejumlah wilayah.
Kondisi itu membuat jajaran Polres Bogor bergerak cepat. Personel turun langsung ke jalan membagikan masker kepada masyarakat yang masih beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara sepeda motor dan pejalan kaki, Minggu (6/9).
Masker menjadi perlindungan sederhana untuk menghadapi debu yang dapat mengganggu saluran pernapasan sekaligus mengurangi jarak pandang di jalan raya.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto meminta personelnya tidak berhenti pada pembagian masker. Setiap pertemuan dengan warga juga dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi mengenai bahaya abu vulkanik yang kerap tidak terlihat.
“Meskipun udara mungkin tampak normal, partikel abu vulkanik berukuran sangat halus (kurang dari 10 mikron) dan sangat berisiko mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, serta paru-paru. Paparan debu ini dapat memperburuk kondisi penderita asma dan bronkitis,” ujar Wikha kepada wartawan.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan, diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker menjadi salah satu perlindungan ketika aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari.
Kepolisian juga mengingatkan warga untuk menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah ketika abu vulkanik mulai turun. Kebersihan diri perlu diperhatikan dengan mencuci tangan, wajah, dan bagian tubuh yang terpapar menggunakan sabun dan air mengalir. Pakaian yang digunakan setelah beraktivitas di luar pun dianjurkan segera diganti.
Namun, perlindungan tidak hanya dilakukan pada tubuh warga. Jalan raya yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat juga dibersihkan.
Wikha menginstruksikan pengerahan Kendaraan Taktis Armored Water Cannon (AWC) yang membawa 6.000 liter air. Armada yang biasanya digunakan untuk pengendalian massa itu kali ini memiliki tugas berbeda: membilas abu vulkanik dari permukaan jalan.
Penyemprotan difokuskan pada jalur utama mulai Jalan Raya Jakarta-Bogor hingga Jalan Alternatif Sentul.
“Guyuran air bertekanan tinggi dari armada AWC terbukti efektif membilas endapan abu vulkanik di permukaan aspal, mencegah debu agar tidak terus beterbangan saat terlindas roda kendaraan, serta menekan risiko iritasi pernapasan bagi warga sekitar,” terangnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat kepolisian menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Abu yang tampak ringan dan mudah terbawa angin tetap menyimpan risiko ketika masuk ke saluran pernapasan.
Karena itu, warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. Keluhan kesehatan yang muncul setelah terpapar abu pun tidak sebaiknya dianggap sepele.
“Apabila mengalami gejala lanjutan seperti batuk terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, atau iritasi mata yang berat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujarnya. (gin)
Editor : Inilahkoran

