Aduh Kasus Keracunan Massal Kembali Terjadi di KBB, Belasan Warga Saguling Muntah-muntah Termasuk Ibu Hamil dan Anak Kecil
Kasus keracunan massal kembali terulang di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kali ini menimpa sejumlah warga di Kampung Citeurup RW 09 Desa Girimukti, Kecamatan Saguling.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus keracunan massal kembali terulang di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kali ini menimpa sejumlah warga di Kampung Citeurup RW 09 Desa Girimukti, Kecamatan Saguling.
Para warga di Saguling KBB, itu diduga alami keracunan massal lantaran mengalami keluhan medis seperti mual, sakit perut, muntah-muntah, dan pusing pada Sabtu 21 Juli 2024 sekitar pukul 04.00 WIB.
Awalnya keluhan itu mulai dirasakan satu-dua orang warga Saguling KBB, Namun masuk siang hari, jumlah masyarakat yang merasa mual-mual terus bertambah. Data Dinas Kesehatan mencatat, ada 19 warga telah dilarikan ke Puskesmas.
"Betul kita terima informasi ada 19 warga yang sudah dilarikan ke Puskesmas. Dari jumlah ini 1 ibu hamil, 4 anak, dan 14 dewasa," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan KBB, Deni Achmad saat dihubungi, Minggu 21 Juli 2024.
"Ada 1 orang pasien sudah rujuk ke RSCK untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ucapnya.
Deni menuturkan, kejadian dugaan keracunan itu bermula saat rombongan satu keluarga asal Girimukti pergi ke Pasar Maroko, Kecamatan Cihampelas, pada Jumat 19 Juli 2024, pagi.
Di pasar itu, mereka membeli makanan kupat tahu untuk di bawa pulang. Kemudian, usai dikonsumsi di rumah, warga mengalami mual dan diare pada dini hari.
"Pasien membeli kupat tahu dari pasar Maroko Cihampelas kemarin Jumat, tadi subuh mulai pada mual muntah dan diare," tuturnya.
Deni menyebut, pasien tersebut berasal dari tiga RW yakni RW 09, RW 8, dan RW 03 Desa Girimukti. Petugas kesehatan dan aparat kewilayahan telah bergerak cepat melakukan penanganan dan surveilans.
"Kami langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan perawatan terhadap para pasien. Alhamdulillah semuanya sudah tertangani dengan baik," katanya.
"Kita juga sedang terus melakukan pendataan warga lainnya, khawatir ada yang mengalami kelurahan serupa. Mudah-mudahan jumlah pasien tidak bertambah lagi," ucapnya.***
Editor : Bsafaat

