Ahli Sebut Harapan Gianni Infantino untuk Terpilih lagi jadi Presiden FIFA Terancam

Harapan Gianni Infantino untuk kembali menjadi Presiden FIFA di tahun 2027-2031 kini terancam.

Ahli Sebut Harapan Gianni Infantino untuk Terpilih lagi jadi Presiden FIFA Terancam
Presiden FIFA Gianni Infantino.

INILAHKORAN, Bandung - Masa depan Gianni Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA kini mulai terancam.

Hal ini dikarenakan Gianni Infantino telah membuat proposal yang berisi penjualan saham dari anak perusahaan untuk Piala Dunia yang banyak ditentang.

Karena ditentang banyak pihak Gianni Infantino akhirnya membatalkan penjualan saham FIFA yang berkaitan dengan Piala Dunia.

Kontroversi ini muncul pada saat yang kurang tepat bagi Gianni Infantino, yang pada bulan April mengatakan bahwa dia bermaksud untuk mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA.

Sejak mengambil alih jabatan dari Sepp Blatter pada tahun 2016, Gianni Infantino telah terpilih kembali tanpa lawan sebanyak dua kali dan tampak memegang kendali penuh atas organisasi tersebut.

Meskipun terpilihnya kembali dirinya untuk periode 2027-2031 tampaknya hanya formalitas, para ahli mengatakan bahwa reaksi negatif terhadap proposal yang gagal tersebut mengungkap ketidakpuasan di antara beberapa anggota FIFA dan dapat mempersulit jalannya menjelang Kongres bulan Maret di Maroko.

"Jelas sekali dia agak egois dalam segala hal yang telah dilakukannya. Saya tahu bahwa dia telah membuat banyak asosiasi anggota merasa tidak senang dengan beberapa keputusannya," tutur Bob Dorfman, seorang analis pemasaran olahraga.

Kecepatan perubahan ini sangat mencolok, terjadi kurang dari dua minggu setelah Giann8 Infantino merayakan Piala Dunia 2026 paling sukses secara komersial dalam sejarah.

"Sekitar dua minggu yang lalu, dia berada di puncak dunia, ajang olahraga mega paling sukses dalam sejarah planet ini," tutur ekonom Victor Matheson, seorang ahli bisnis olahraga di College of the Holy Cross di Massachusetts.

"Dan hanya dua minggu kemudian, dia berjuang untuk mempertahankan karier politiknya," tambahnya.***


Editor : Irma Nurfajri