Air Sungai Cihaur Padalarang Berubah Merah dan Berbau, DLH Terjunkan Tim PPLH
DLH KBB mengusut dugaan pencemaran Sungai Cihaur Padalarang yang berubah warna merah, berbusa, dan berbau.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) segera menerjunkan tim untuk menelusuri dugaan pencemaran di Sungai Cihaur, Kecamatan Padalarang. Langkah ini diambil setelah warga melaporkan kondisi air sungai yang berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat.
Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH KBB, Ilmi Royan Galih Surya, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan tim Pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) untuk memeriksa kondisi lapangan serta memetakan sumber pencemaran.
"Saya terus terang baru tahu, memang belum ada pengaduan resmi masuk. Namun, kami pastikan akan mengirimkan tim pengawas ke lokasi untuk memetakan kondisi," ujar Galih di Bandung Barat, Minggu (9/8/2026).
Galih menegaskan, hasil pemeriksaan dan pemetaan oleh tim PPLH di lapangan akan menjadi dasar utama bagi Pemkab Bandung Barat dalam mengambil tindakan tegas.
"Dari hasil pemetaan tim pengawas PPLH, kami akan coba lakukan tindakan berupa pengawasan, pembinaan, hingga penindakan kepada pelaku kegiatan yang diduga melakukan pencemaran," tegasnya.
Sebelumnya, kondisi Sungai Cihaur di Kampung Pangkalan, Desa Cipeundeuy, Padalarang, mendadak jadi sorotan publik. Air sungai di wilayah tersebut berubah warna menjadi merah pekat, dipenuhi busa, serta mengeluarkan aroma tidak sedap.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (7/8/2026), cairan berwarna merah mengalir deras dari sebuah pipa saluran pembuangan berukuran besar di sisi sungai. Pipa yang tertanam di bawah tanah tersebut mengalirkan limbah cair secara langsung ke badan Sungai Cihaur.
Tak hanya itu, warga sekitar mengungkapkan bahwa cairan limbah yang dibuang terkadang bersuhu hangat hingga panas dan mengeluarkan kepulan uap.
Kondisi tercemarnya Sungai Cihaur kini berdampak nyata pada kehidupan warga setempat dan ekosistem sekitar, seperti populasi Ikan Menurun: Warga mengeluhkan ekosistem sungai yang rusak hingga populasi ikan berkurang drastis.
Tak hanya itu, para petani khawatir memanfaatkan air sungai untuk mengairi lahan pertanian dan tanaman mereka.
DLH Bandung Barat berkomitmen untuk mengusut tuntas alur saluran pembuangan tersebut demi memastikan pihak yang bertanggung jawab ditindak sesuai dengan aturan hukum pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup yang berlaku.
Editor : Ahmad Sayuti


