AKHIR SUNYI MARTINELLI

GABRIEL Martinelli dikabarkan segera hengkang dari Arsenal menuju klub Liga Arab Saudi Al-Hilal.Semua karena uang serta peluang.

AKHIR SUNYI MARTINELLI

Sepak bola modern sering kali tidak menyisakan ruang bagi romantisme.Di bawah langit London Utara yang mulai mendingin pada akhir Agustus 2026, sebuah perpisahan emosional sedang dirajut di ruang ganti Arsenal.

Martinelli, bocah kurus yang mendarat dari klub kasta rendah Brasil, Ituano pada Juli 2019, kini sedang mengemas barang-barangnya. Tujuannya bukan lagi kota-kota elite Eropa, melainkan gemerlap Riyadh bersama raksasa Liga Arab Saudi, Al-Hilal.

Namun, kepindahan ini tidak diiringi dengan senyuman lebar. Di balik potensi kesepakatan besar yang akan memecahkan rekor penjualan termahal sepanjang sejarah The Gunners, tersimpan luka mendalam dari seorang pemain yang selalu memberikan 100 persen darah dan keringatnya di lapangan.

Martinelli adalah simbol kerja keras. Lari cepatnya yang tak kenal lelah di sisi kiri lapangan dan gol solonya yang ikonik ke gawang Chelsea pada musim debutnya akan selalu membekas di ingatan.

Namun, loyalitas selama tujuh musim dan catatan 278 penampilan tampaknya menguap begitu saja ketika roda revolusi taktik Mikel Arteta mulai berputar lebih kejam.

Laporan dari ESPN Brasil mengungkapkan bahwa Martinelli merasa sangat terkejut dan terpukul dengan cara klub memperlakukannya musim panas ini. Alih-alih tetap dilibatkan dalam rencana tim sembari masa depannya didiskusikan di balik layar, ia justru diasingkan.

Momen paling menyakitkan terjadi ketika namanya dicoret sepenuhnya dari skuad saat Arsenal memenangkan trofi Community Shield melawan Manchester City.

Martinelli terpaksa menyaksikan rekan-rekannya merayakan juara dari tribun, kehilangan haknya untuk menerima medali emas.

Perlakuan dingin ini berlanjut pada laga pembuka Premier League melawan Coventry City.

Sikap keras Arteta ternyata tidak hanya melukai Martinelli, tetapi juga menggores keharmonisan skuad yang baru saja merayakan gelar juara Premier League musim lalu.

Beberapa pemain senior di ruang ganti dilaporkan merasa tidak nyaman dan memprotes cara pelatih memperlakukan salah satu pemain paling berdedikasi di klub.

Legenda klub seperti Ian Wright mengakui situasi ini membuatnya merasa sangat gusar. Sementara itu, mantan penyerang Arsenal Alan Smith memberikan pembelaan terbuka melalui wawancara di Sky Sports.

“50 juta? Di pasar transfer saat ini, angka itu bukan apa-apa. Anda hanya bisa membeli pemain rata-rata dengan harga segitu, tapi Martinelli sama sekali bukan pemain rata-rata. Dia adalah anak yang baik di ruang ganti, selalu memberikan segalanya. Sangat disayangkan melihatnya pergi di usia keemasan 25 tahun hanya karena ia merasa tidak lagi memiliki kesempatan bermain,” ujar Alan Smith dengan nada kecewa.

Kehadiran winger baru seperti Christos Tzolis di sisi kiri, ditambah ambisi besar klub untuk mengejar tanda tangan bintang papan atas seperti Julian Alvarez, secara perlahan telah menutup pintu bagi Martinelli.

Pilihan untuk hengkang akhirnya diambil bukan karena ia ingin melarikan diri, melainkan demi menyelamatkan kariernya yang mulai kehilangan arah.

Meskipun awalnya sempat menolak opsi pindah ke luar Eropa—seperti saat ia menolak tawaran klub Turki, Galatasaray—proposal menggiurkan dari Al-Hilal akhirnya melunakkan sikap sang pemain.

Di bawah asuhan pelatih asal Italia, Simone Inzaghi, Martinelli diproyeksikan menjadi pilar baru di Timur Tengah dengan bayaran yang kabarnya mencapai €20 juta hingga €25 juta per musim.Bagi Martinelli, Arab Saudi mungkin merupakan tempat persinggahan sementara untuk membangun kembali kepercayaan dirinya yang hancur.

Di usia yang masih sangat muda, ia memiliki waktu untuk bermain di sana selama beberapa tahun sebelum kembali menaklukkan ketatnya kompetisi Eropa. (bsf )

GABRIEL MARTINELLI • Usia: 25 tahun • Tinggi: 178 cm • Posisi: LW • Negara: Brasil • Klub: Arsenal • Nilai Jual: 50 juta euro • Kontrak: Sampai 30 Juni 2027 • Agen: Roc Nation Sports RIWAYAT TRANSFER • 02/07/19 Dari: Ituano Ke: Arsenal Nilai: Rp123,41 M


Editor : Inilahkoran