Akses Baru Bogor Timur: Jalan Lancar, Ekonomi Mekar

DARI Katulampa, wajah baru Bogor Timur mulai disiapkan. Jalan sepanjang 480 meter menjadi langkah awalnya.

Akses Baru Bogor Timur: Jalan Lancar, Ekonomi Mekar
AKSES BARU: Wali Kota Bogor Dedie A Rahim saat melakukan groundbreaking di lokasi pembangunan akses Jalan menuju pusat kantor pemerintahan Kota Bogor, Selasa (11/8). Pembangunan akses jalan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam menyiapkan kawasan pemerintahan baru di Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Oleh: Rizki Mauludi

Sebuah jalan sepanjang 480 meter tengah disiapkan di Katulampa, Bogor Timur. Bagi Pemkot Bogor, ruas tersebut bukan sekadar bentangan aspal baru, tapi pintu masuk menuju kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan. 

Pembangunan akses jalan itu resmi dimulai melalui ground breaking yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Bogor dan PT Kharisma Tangguh Persada (KTP), Selasa (11/8). 

Ruas jalan tersebut ditargetkan tersambung dengan akses menuju Tol Jagorawi pada akhir 2026. Ketika tersambung nanti, perjalanan menuju kawasan Bogor Raya Golf dan sekitarnya diharapkan menjadi lebih singkat karena warga tidak perlu lagi memutar melalui kawasan R3 atau Regional Ring Road.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebut pembangunan jalan menjadi salah satu tahapan penting dalam menyiapkan kawasan pemerintahan terpadu di Katulampa.

"Ini adalah sebuah akses jalan yang nantinya terhubung langsung dengan Exit Tol Jagorawi Bogor Selatan. Akses jalan ini panjang sekitar 480 meter dengan lebar kurang lebih 32 meter. Jalan tersebut nantinya dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari drainase, pedestrian, kanstin hingga lampu penerangan," kata Dedie kepada wartawan.

Jalan tersebut dirancang bukan hanya untuk menjadi jalur kendaraan. Pemerintah juga menyiapkan elemen pendukung agar kawasan baru itu tetap nyaman bagi masyarakat. Drainase, trotoar, kanstin, dan penerangan akan menjadi bagian dari ruas jalan.

Penghijauan pun menjadi perhatian. Sejumlah pohon telah ditanam dan pemerintah berencana menambah tanaman di kawasan tersebut.

"Kawasan ini nantinya akan kami hijaukan. Sebagian area tadi sudah saya tinjau. Beberapa waktu yang lalu kami juga sudah menanam beberapa pohon, tapi saya tegaskan agar tanaman itu harus dipastikan terawat," terangnya.

Namun, jalan hanyalah awal. Di balik akses baru tersebut, Pemkot Bogor menyiapkan kawasan yang tidak hanya dipenuhi gedung pemerintahan.

Sejumlah fasilitas publik dirancang untuk melengkapi kawasan. Salah satunya lapangan olahraga yang diharapkan dapat menjadi ruang aktivitas warga Bogor Timur. Fasilitas tersebut dinilai penting karena hingga kini kawasan tersebut belum memiliki lapangan olahraga yang representatif.

Setelah itu, pemerintah juga berencana membangun masjid dan gedung serbaguna. Gedung tersebut diharapkan menjadi ruang bagi berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, mulai dari acara pisah sambut, sosialisasi, hingga kegiatan pemerintahan.

"Selama ini kami sering kesulitan jika mengadakan acara-acara dengan kapasitas peserta yang besar. Kadang-kadang kalau menyewa hotel, pertimbangannya adalah soal anggaran dan sebagainya," beber Dedie.

"Nah, kalau kita punya gedung serbaguna sendiri, kegiatan-kegiatan seperti acara pisah sambut, sosialisasi, hingga pelaksanaan program kerja bisa dilaksanakan di sini," tambahnya.

Pematangan lahan kawasan pemerintahan terpadu sendiri telah selesai. Kini, perhatian utama Pemkot Bogor diarahkan pada penyelesaian akses jalan. Detail Engineering Design (DED) kawasan tersebut sudah tersedia, meski masih akan ditinjau kembali, termasuk untuk pembangunan fasilitas olahraga.

"Saat ini prioritas nomor satu adalah penyelesaian akses jalannya. DED sudah ada, namun akan kami review kembali, termasuk nanti pembuatan DED khusus untuk lapangan olahraga," ujarnya. (gin)


Editor : Inilahkoran