Aksi World Cleanup Day Jabar: Pelajar Peduli Alam Lestari

SEKOLAH tak hanya menjadi ruang belajar. Lewat aksi bersih, pelajar diajak mengenal tanggung jawab menjaga lingkungan.

Aksi World Cleanup Day Jabar: Pelajar Peduli Alam Lestari
AKSI SERENTAK: Sebanyak 438.079 peserta dari 566 SMA, SMK, dan SLB di 26 kabupaten/kota melakukan aksi serentak World Cleanup Day (WCD) 2026. Mereka melakukan gerakan bersih lingkungan pada 18-19 September 2026.(Istimewa)

Oleh : Yuliantono

Ratusan ribu pelajar di Jawa Barat turun dari ruang kelas. Pada 18-19 September 2026, mereka bergerak bersama membersihkan lingkungan dalam rangkaian World Cleanup Day (WCD) 2026.

Sebanyak 438.079 peserta dari 566 SMA, SMK, dan SLB di 26 kabupaten/kota terlibat dalam aksi tersebut. Gerakan itu digagas Dinas Pendidikan Jawa Barat bersama River Cleanup Indonesia dan Self Learning Institute.

Namun, kegiatan ini bukan sekadar tentang berapa banyak sampah yang berhasil dikumpulkan. Lebih jauh, aksi tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk belajar bahwa menjaga lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan tantangan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Sekolah, menurut dia, harus menjadi tempat pembentukan kebiasaan hidup bersih yang dipraktikkan secara nyata.

“Aksi bersih-bersih ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam menanamkan kesadaran ekologis kepada generasi muda. Pendidikan lingkungan tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas melalui teori, tetapi harus dipraktikkan langsung melalui kebiasaan sehari-hari,” ujar Purwanto dalam keterangannya, Minggu (20/9).

Besarnya partisipasi menunjukkan respons dunia pendidikan terhadap persoalan lingkungan. Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah sekolah peserta terbanyak, yakni 43 sekolah.

Berikutnya Kabupaten Ciamis dengan 40 sekolah, Kabupaten Cianjur 35 sekolah, serta Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Karawang yang masing-masing melibatkan 33 sekolah.

Dari aksi yang dilakukan serentak itu, sampah yang terkumpul pun mencapai ratusan kilogram di sejumlah sekolah.

SMKN 1 Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, mencatat pengumpulan sampah terbanyak dengan 600 kilogram. Di Kota Depok, SLB C Mahardika mengangkut 510 kilogram sampah dengan melibatkan 35 peserta.

Sementara itu, SMK Pekerjaan Umum Negeri Kota Bandung mengumpulkan 461,95 kilogram sampah. Kontribusi lainnya datang dari SMAN 1 Astanajapura Kabupaten Cirebon sebanyak 288 kilogram, SMAN 1 Pangalengan Kabupaten Bandung 274,2 kilogram, dan SMAN 1 Ciparay sebanyak 266,5 kilogram.

Angka-angka tersebut menjadi catatan dari sebuah gerakan yang berlangsung hanya dalam dua hari. Namun, bagi River Cleanup Indonesia, yang lebih penting adalah kebiasaan yang diharapkan tumbuh setelah kegiatan berakhir.

Country Lead River Cleanup Indonesia Egar Anugrah mengapresiasi keterlibatan Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Self Learning Institute dalam pelaksanaan aksi berskala provinsi tersebut. (gin)


Editor : Inilahkoran