Kobaran Api Memecah Sunyi Baranangsiang
KOBARAN api mengagetkan warga Baranangsiang. Rumah dua lantai terbakar, diduga akibat korsleting listrik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Pagi baru saja dimulai ketika kepulan asap terlihat dari sebuah rumah dua lantai di Jalan Bullodozer, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Minggu (20/9).
Warga sekitar segera melaporkan kejadian itu. Sekitar pukul 05.33 WIB, informasi kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran.
Api diduga bermula dari sebuah kamar di lantai dua.
Dugaan sementara, korsleting listrik menjadi pemicu kebakaran yang kemudian menjalar dan membakar bagian rumah.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, M Ade Nugraha, mengatakan informasi awal yang diterima petugas menunjukkan kebakaran berasal dari kamar lantai dua.
“Kami menerima informasi Minggu pagi, berdasarkan informasi di lokasi awal terjadi kebakaran karena korsleting listrik di bagian kamar di lantai 2,” kata Ade kepada wartawan, Minggu siang.
Tak ingin api membesar, petugas segera bergerak menuju lokasi. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan dari Pos Sukasari, Cibuluh, dan Yasmin.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman. Warga sekitar turut membantu proses penanganan di tengah situasi yang masih dipenuhi kepulan asap.
“Setibanya di lokasi kebakaran, tim segera melakukan penanganan dan pemadaman.
Warga sekitar juga membantu petugas dalam penanganan,” ujar Ade.
Gerak cepat petugas membuat api dapat dikendalikan dalam waktu relatif singkat. Sekitar 15 menit setelah penanganan dimulai, kobaran api berhasil dipadamkan.
Namun, pekerjaan belum selesai. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.
Ade mengatakan keseluruhan proses penanganan berlangsung sekitar 45 menit.
Api akhirnya benar-benar dapat dikuasai. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung itu memang mengalami kerusakan dan menimbulkan kerugian materiil, tetapi tidak ada penghuni maupun warga yang menjadi korban. (rizki mauludi/gin)
Editor : Inilahkoran

