Alokasikan Anggaran Hampir Rp9 Miliar, Pemkot Cimahi Bakal Genjot Perbaikan Drainase

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengalokasikan anggaran sebesar hampir Rp9 miliar untuk meningkatkan kapasitas sistem drainase tahun ini. 

Alokasikan Anggaran Hampir Rp9 Miliar, Pemkot Cimahi Bakal Genjot Perbaikan Drainase
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengalokasikan anggaran sebesar hampir Rp9 miliar untuk meningkatkan kapasitas sistem drainase tahun ini. 

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengalokasikan anggaran sebesar hampir Rp9 miliar untuk meningkatkan kapasitas sistem drainase tahun ini. 

Strategi utama ini ditujukan mengatasi genangan air yang selama ini lebih banyak disebabkan oleh penyumbatan dan sedimentasi, bukan kerusakan pada infrastruktur itu sendiri.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah mengakui kondisi drainase di wilayahnya secara keseluruhan masih layak beroperasi. 

Kendati demikian, persoalan klasik berupa penumpukan sedimen menjadi tantangan utama yang harus diatasi.
 
“Drainase di Kota Cimahi pada prinsipnya tidak rusak, namun banyak yang tersumbat akibat sedimentasi,” kata Wilman, Kamis 26 Maret 2026.
 
Menurutnya, komitmen untuk menjaga dan meningkatkan infrastruktur tetap dijalankan meski tengah menerapkan efisiensi anggaran, sejalan dengan arahan dari pimpinan daerah agar pelayanan dasar masyarakat tidak terganggu. 

“Kita tetap menjaga kondisi jalan dan drainase dalam segala situasi sesuai instruksi Walikota,” ujarnya.
 
Pada tahun 2026 ini, jelas Wilman, DPUPR telah mengidentifikasi sedikitnya 15 ruas jalan yang akan menjadi fokus peningkatan kapasitas drainase. 

Ia menyebut, pekerjaan meliputi penggantian konstruksi lama berbahan batu kali dengan sistem modern berbentuk u-ditch atau beton untuk memperlancar aliran air.
 
“Kita mengalokasikan hampir Rp9 miliar dari anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) khusus untuk perbaikan drainase ini,” jelasnya.
 
Beberapa titik prioritas yang akan disasar termasuk kawasan yang pernah terdampak genangan, seperti Jalan Pesantren dan Jalan Pabrik Aci. 

“Daerah Pabrik Aci yang sempat mengalami banjir akan kita tangani tahun ini, insyaallah,” ujarnya.
 
"Perbaikan juga akan dilakukan di wilayah Sangkuriang dan Citeureup," sebutnya.

Wilman menilai, penanganan drainase harus bersifat komprehensif, termasuk kolaborasi dengan Dinas Pengelolaan Kawasan Permukiman (DPKP) untuk menangani sistem drainase di kawasan permukiman Citeureup. 

“Untuk drainase jalan di Citeureup sudah memenuhi kapasitas, sehingga fokus penanganan ada pada bagian permukiman,” jelasnya.
 
Selama libur Lebaran kemarin, terang Wilman, kondisi cuaca yang relatif terkendali dengan intensitas hujan yang tidak terlalu tinggi membantu meminimalisasi potensi genangan. 

"Kami juga menjalankan pengawasan rutin dengan piket harian untuk memantau kondisi infrastruktur dan memastikan mobilitas warga tidak terganggu," tandasnya. ***


Editor : JakaPermana