Amalan Dzulhijjah Tak Lekang Oleh Waktu: Masih Berkah Meski Lewat 10 Hari Pertama, Ini Penjelasan Buya Yahya
"Meskipun sudah lewat 10 hari pertama Dzulhijjah, kita masih bisa melakukan amalan-amalan yang dianjurkan," ujar Buya Yahya dalam sebuah ceramahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Bulan Dzulhijjah telah memasuki pertengahannya, namun jangan jadikan hal ini alasan untuk mengendurkan semangat beribadah.
Menurut Buya Yahya, Amalan-amalan mulia di bulan penuh berkah ini masih dapat dikerjakan, bahkan pahalanya tetap besar.
"Meskipun sudah lewat 10 Hari Pertama Dzulhijjah, kita masih bisa melakukan amalan-amalan yang dianjurkan," ujar Buya Yahya dalam sebuah ceramahnya.
Berikut beberapa amalan yang ditegaskan Buya Yahya untuk tetap dilakukan selama Dzulhijjah.
- Memperbanyak Dzikir dan Takbir
"Dzikir dan takbir itu bisa dilakukan kapan saja, tapi di bulan Dzulhijjah ini pahalanya lebih besar," jelas Buya Yahya.
- Memperbanyak Sedekah
"Sedekah itu sangat dianjurkan di bulan Dzulhijjah, karena pahalanya berlipat ganda," terang Buya Yahya.
- Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an merupakan amalan utama yang tidak boleh ditinggalkan, kapanpun dan dimanapun. Di bulan Dzulhijjah, dianjurkan untuk lebih banyak membaca dan mentadabburi Al-Qur'an.
- Melakukan Shalat Sunnah
"Sholat sunnah seperti sholat tahajud, sholat dhuha, dan sholat hajat sangat dianjurkan di bulan Dzulhijjah," papar Buya Yahya.
- Berbuat Baik
"Bulan Dzulhijjah adalah bulan penuh kebaikan. Lakukanlah sebanyak mungkin perbuatan baik kepada sesama," pesan Buya Yahya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

