Ambil Alih Ruas Strategis, Dedi Mulyadi Soroti Petugas Kebersihan Kota Bandung
Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara bertahap mulai bergerak mengambil alih sejumlah ruas jalan strategis, termasuk yang sebelumnya berstatus nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara bertahap mulai bergerak mengambil alih sejumlah ruas jalan strategis, termasuk yang sebelumnya berstatus nasional dan milik pemerintah kota.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya percepatan penataan infrastruktur dan wajah perkotaan, khususnya di Kota Bandung.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan, proses pengambilalihan tersebut sebagian sudah berjalan melalui kesepakatan resmi dengan pemerintah pusat. Salah satunya terkait infrastruktur di wilayah Karawang.
“Ya, yang nasional untuk beberapa ruas kan sudah ada MOU-nya tuh, kayak jembatan di Karawang, sudah ada MOU-nya kan,” ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.
Selain itu, Pemprov Jabar juga tengah menunggu proses lanjutan untuk ruas penting lain, termasuk kawasan Pasteur yang menjadi salah satu akses utama masuk kota.
“Kemudian kita nunggu Pasteur, kan gitu loh. Kemudian kalau jalan Kota Bandung itu kan sudah nanti ada penyerahan jalan Kota Bandung ke provinsi,” katanya.
Dedi mencontohkan, salah satu ruas yang akan ditata provinsi adalah jalur Cihampelas hingga Pasteur. Penataan di kawasan tersebut disebut mulai menunjukkan hasil.
“Misalkan, ruas dari Pasteur-Cihampelas, kemudian sampai sini sudah oleh provinsi,” ucapnya.
Menurut Dedi, perubahan di lapangan sudah mulai tampak, terutama dari sisi kebersihan dan penataan pedagang kaki lima (PKL). Ia menilai kondisi kawasan kini lebih tertib dibanding sebelumnya.
“In syaa Allah kan sudah dilihat tuh sekarang sudah mulai bersih kan? Sudah mulai bersih sudah tertata kaki lima kaki limanya sudah mulai rapi,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Pemprov juga akan melakukan sentuhan lanjutan berupa pengecatan kanstin atau pembatas antara badan jalan dan trotoar, serta penguatan sistem kebersihan di lapangan.
“Dalam minggu ini ada pengecatan-pengecatan kanstin, kemudian sudah lihat kan tukang sapu masih sudah berjejer,” katanya.
Namun demikian, Dedi juga menyoroti pola kerja petugas kebersihan Kota Bandung yang dinilai belum efektif.
Ia menilai masih terjadi praktik kerja tidak efisien, seperti penumpukan petugas dalam satu titik tanpa pembagian tugas yang jelas.
“Tinggal yang tukang sapu petugas yang dari kota (Bandung) itu saya lihat masih berkerumun,” ucapnya.
Dedi bahkan menggambarkan kondisi di lapangan, yang menurutnya perlu segera dibenahi secara sistematis.
“Jadi masih bawa satu plastik oleh delapan orang yang di belakangnya ada tulisan padat karya,” katanya.
Ia meminta, agar pola kerja tersebut segera dievaluasi dan dipetakan ulang, agar lebih produktif dan berdampak nyata terhadap kebersihan kota.
“Nah, itu harus segera dipetakan, karena kalau berkerumun begitu habis ngumpulin runtah masukin plastik, foto, nanti mereka lupa. Duduk minum kopi ya," ujarnya.***
Editor : JakaPermana


