Anak Belajar Tanpa Takut

Anak Belajar  Tanpa Takut
KIBARKAN BENDERA: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) foto bersama mengibarkan bendera merah putih dengan siswa SRT 1 Gresik Jawa Timur, Sabtu (1/8).

INILAH, Gresik - Bagi anak-anak yang baru memasuki bangku sekolah dasar, tinggal jauh dari orang tua bukanlah perkara mudah. Asrama memang menjadi tempat belajar hidup mandiri, tetapi rasa aman dan nyaman tetap menjadi kebutuhan pertama yang harus mereka rasakan.

Pesan itulah yang ditekankan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

Menurutnya, sekolah berasrama harus menjadi ruang yang bebas dari perundungan, terutama bagi peserta didik sekolah dasar yang masih berada pada masa awal pertumbuhan.

"Pesan saya kepada para kepala sekolah, pastikan lingkungan sekolah benar-benar bebas dari perundungan. Anak-anak kelas 1 SD ini masih sangat rentan dan belum bisa membela diri," kata Khofifah, seperti dikutip dari ANTARA.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah memastikan kesiapan penyelenggaraan pendidikan berasrama sekaligus mengevaluasi sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah. 

Dia menilai, siswa yang tinggal di asrama membutuhkan pendampingan selama masa adaptasi agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Karena itu, ia meminta pengelola sekolah tidak hanya menyiapkan fasilitas fisik, tetapi juga menghadirkan pendampingan psikologis secara berkala. Pendampingan tersebut dinilai penting agar anak-anak merasa diterima, terlindungi, dan tumbuh dengan percaya diri selama menjalani pendidikan di asrama.

Menurut Khofifah, Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang belajar. Program tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan yang berkualitas sekaligus menjadi ikhtiar memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, SRT 1 Gresik disiapkan untuk menampung 405 siswa, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 225 siswa SMA, termasuk 60 siswa dari Kabupaten Lamongan.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga melahirkan generasi yang lebih berkualitas. (gin)


Editor : Inilahkoran