TKA Bantu Wujudkan Kampus Impian Siswa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Masuk perguruan tinggi impian bukan hanya soal kecerdasan. Di balik setiap kursi yang berhasil diraih, ada proses belajar yang panjang, latihan yang tak terhitung, serta keberanian mengukur kemampuan diri.
Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menyempurnakan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Perpanjangan masa pendaftaran dan sejumlah penyempurnaan teknis diharapkan memberi kesempatan lebih besar bagi para siswa mempersiapkan diri menghadapi ujian.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati mengatakan, pelaksanaan TKA tahun ini dirancang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, berbagai masukan dari evaluasi tahun lalu menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan TKA. Mulai dari pengaturan jadwal agar peserta hanya mengerjakan satu mata pelajaran wajib setiap hari, penambahan durasi ujian menjadi 75 menit, hingga penambahan 50 mata pelajaran kejuruan sesuai rumpun program keahlian.
Kemendikdasmen juga memberikan kesempatan kepada peserta yang masih memiliki data residu untuk tetap mendaftar sembari melakukan perbaikan data.
Bagi sebagian siswa, TKA bukan sekadar ujian. Tes tersebut menjadi cermin untuk melihat sejauh mana kemampuan yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di sekolah.
Hal itu dirasakan Yudhistira Almayda Basunjaya, alumni SMAN 1 Surabaya yang berhasil diterima di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga setelah memperoleh predikat istimewa pada TKA 2025.
"Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkembang," ujarnya, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (3/8).
Yudhistira mengaku telah mempersiapkan diri jauh sebelum pelaksanaan TKA. Ia membangun kebiasaan belajar secara konsisten, memperdalam pemahaman konsep, serta rutin mengerjakan latihan soal untuk mengukur kemampuan.
Baginya, hasil TKA bukan hanya menjadi syarat dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), tetapi juga memperkuat keyakinannya bahwa pilihan melanjutkan studi ke bidang kedokteran sudah berada di jalur yang tepat.
Persiapan itu juga didukung sekolah melalui program bimbingan intensif setiap hari Sabtu, lengkap dengan pembahasan materi dan try out. Guru mata pelajaran pun memberikan pendalaman materi agar para siswa lebih siap menghadapi ujian.
Dengan berbagai penyempurnaan yang dilakukan, Kemendikdasmen berharap TKA tidak sekadar menjadi alat seleksi. Lebih dari itu, tes ini diharapkan menjadi ruang bagi setiap siswa untuk mengenali kemampuan terbaiknya dan melangkah lebih percaya diri menuju perguruan tinggi yang selama ini mereka impikan. (gin)
Editor : Inilahkoran


