Anggaran Kota Bandung 2026 Rp1,4 Triliun untuk Kesehatan

Sektor kesehatan menempati posisi strategis dalam struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bandung tahun anggaran 2026. Setelah pendidikan, kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan DPRD dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp1,4 triliun atau lebih dari 12 persen dari total APBD.

Anggaran Kota Bandung 2026  Rp1,4 Triliun untuk Kesehatan
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Sektor kesehatan menempati posisi strategis dalam struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bandung tahun anggaran 2026. Setelah pendidikan, kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan DPRD dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp1,4 triliun atau lebih dari 12 persen dari total APBD.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi mengatakan, besarnya alokasi anggaran tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. kesehatan, tidak bisa dipandang semata sebagai upaya pengobatan. Melainkan bagian dari pembangunan manusia secara menyeluruh.

“Selain pendidikan, kesehatan menjadi sektor yang kami beri perhatian besar. anggarannya cukup signifikan karena kesehatan berhubungan langsung dengan kualitas hidup masyarakat,” kata Asep Mulyadi, Senin 19 Januari 2026.

Ia menjelaskan, DPRD mendorong agar kebijakan dan program kesehatan di Kota Bandung tidak lagi berorientasi pada penanganan penyakit semata. Pendekatan promotif dan preventif harus diperkuat agar masyarakat semakin sadar menjaga kesehatan sejak dini.

“Kami ingin layanan kesehatan tidak hanya bersifat kuratif. Puskesmas dan seluruh layanan kesehatan harus aktif mendorong pola hidup sehat, pencegahan penyakit sampai pemulihan bagi masyarakat,” ucapnya.

Asep menegaskan, DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat agar anggaran kesehatan yang besar tersebut benar-benar digunakan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi warga Kota Bandung.

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Sony Adam mengatakan, anggaran kesehatan 2026 disiapkan untuk mendukung layanan kesehatan paripurna. Seluruh spektrum layanan mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif menjadi bagian dari perencanaan anggaran tersebut.

anggaran ini dirancang untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan secara menyeluruh, tidak terputus dan berkelanjutan,” kata Sony Adam.

Selain pembiayaan layanan, anggaran kesehatan juga dialokasikan untuk pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Pada 2026, Dinkes Kota Bandung akan membangun dan merehabilitasi lima puskesmas yang dinilai membutuhkan peningkatan fasilitas.

Beberapa di antaranya adalah Puskesmas Pesawahan dan Puskesmas Pasirjati, serta puskesmas lain di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Penguatan puskesmas, menjadi langkah penting karena fasilitas tersebut merupakan garda terdepan layanan kesehatan masyarakat.

“Dengan fasilitas puskesmas yang lebih layak, akses layanan kesehatan dasar akan semakin merata dan kualitas pelayanannya bisa terus ditingkatkan,” ucapnya.***


Editor : JakaPermana