Anggaran Terbatas, Usulan Membludak, Jabar Hadapi Tekanan Elektrifikasi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengebut program elektrifikasi Jabar Caang, menghadapi lonjakan kebutuhan listrik rumah tangga yang terus melejit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengebut program elektrifikasi Jabar Caang, menghadapi lonjakan kebutuhan listrik rumah tangga yang terus melejit.
Kepala Dinas ESDM Jabar, Bambang Tirtoyuliono, memastikan 2025 menjadi tahun paling agresif dalam upaya menuntaskan backlog rumah yang belum teraliri listrik.
Targetnya 93 ribu rumah harus mendapatkan akses listrik sepanjang tahun ini. Pemprov Jabar tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi memadukan langkah dengan CSR perusahaan dan bantuan pemerintah pusat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Sebarannya terbagi ke beberapa tahap. Pada awal 2025, sebanyak 3.818 rumah dikerjakan, lalu disusul tahap kedua dengan 72.720 rumah. Dari sektor swasta, CSR turut menyasar sekitar 1.000 rumah, sementara BPBL menangani 15.800 pemasangan.
"Jadi kalau dijumlahkan, 93 ribu tahun 2025 ini," ujar Bambang dikutip Rabu 10 Desember 2025.
Ia menegaskan, seluruh pekerjaan itu harus beres pada penghujung tahun. Penyaluran BPBL juga didorong selesai Desember.
"Kita dorong untuk di bulan Desember bisa semuanya tersalurkan. Dan artinya bahwa pemerintah sudah membantu masyarakat melalui program Jabar Caang," ucapnya.
Menurut Bambang, data 2024 menunjukkan masih ada 192 ribu rumah yang belum teraliri listrik. Dari jumlah itu, 121 ribu dinilai layak mendapatkan bantuan. Karena keterbatasan anggaran, tahap dua 2025 hanya bisa merampungkan sekitar 73 ribu rumah. Berkat kolaborasi, total realisasi kini mencapai 93 ribu, menyisakan 28 ribu rumah dari daftar layak awal.
Namun persoalannya berubah, jumlah rumah yang diusulkan desa terus naik pesat. Usulan terbaru bahkan menembus 280 ribu rumah, memaksa ESDM Jabar melakukan verifikasi ketat untuk menentukan mana yang benar-benar memenuhi kriteria.
"Kalau masuk kriteria, tentu menjadi prioritas," tuturnya.
Situasi semakin menantang karena ambisi besar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Pada 2026, ia ingin seluruh rumah di Jabar tersambung listrik tanpa kecuali. Namun alokasi anggaran tahun depan baru cukup untuk 27 ribu rumah, angka yang semula diproyeksikan untuk menutup sisa data awal sebelum banjir usulan desa muncul. Meski begitu, Bambang menegaskan ESDM Jabar tidak akan mundur.
"Kita tentunya berupaya berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian untuk bisa melalui program BPBL-nya. Artinya bahwa kita selalu memperjuangkan, mudah-mudahan ada anggaran tambahan lagi untuk bisa membantu masyarakat. Layak untuk dibantu," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

