Antisipasi Banjir, Pemkot Cirebon Targetkan Normalisasi Sungai Cikalong hingga Hilir
Normalisasi Sungai Cikalong di Kota Cirebon baru mencapai hampir 300 meter. Wali Kota Effendi Edo meminta pengerukan dilanjutkan untuk mengurangi risiko banjir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Pemerintah Kota Cirebon masih memiliki pekerjaan rumah dalam mengantisipasi banjir saat musim hujan. Salah satunya menuntaskan normalisasi Sungai Cikalong yang hingga kini baru dikerjakan sepanjang hampir 300 meter.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meminta pengerukan sungai tersebut dilanjutkan hingga ke bagian hilir. Sebab, sedimentasi dan hambatan aliran air berpotensi menyebabkan sungai meluap ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Hal itu disampaikan Edo saat meninjau pekerjaan normalisasi Sungai Cikalong bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Kamis 5 November 2026.
“Alhamdulillah, normalisasi Sungai Cikalong sudah hampir 300 meter. Saya berharap pekerjaan ini bisa dilanjutkan sekitar 200 sampai 300 meter lagi ke arah hilir,” kata Edo.
Menurutnya, pengerukan sungai menjadi salah satu langkah untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko luapan ke kawasan permukiman.
Namun, pekerjaan tersebut tidak cukup jika hanya dilakukan pada satu titik. Pembenahan saluran drainase di lingkungan warga juga harus berjalan bersamaan agar air hujan dapat mengalir menuju sungai tanpa hambatan.
Lima Sungai Ditangani, Risiko Banjir Belum Hilang
Edo menyebutkan, Pemkot Cirebon sejauh ini telah melakukan penanganan terhadap lima sungai. Salah satunya Sungai Cikadu yang pekerjaan normalisasinya telah rampung.
Meski demikian, ia mengakui berbagai upaya tersebut belum tentu mampu menghilangkan ancaman banjir sepenuhnya. Terlebih, kondisi cuaca dan tingginya curah hujan menjadi faktor yang sulit dikendalikan.
“Memang kita tidak bisa menjamin banjir dapat dihilangkan seratus persen karena sangat bergantung pada intensitas hujan, tetapi setidaknya kita berupaya meminimalkan risiko dan dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain Sungai Cikalong, Pemkot Cirebon juga menghadapi kendala dalam penanganan banjir Kanal di kawasan Jalan Tuparev.
Normalisasi di lokasi tersebut belum dapat dilakukan secara optimal lantaran akses menuju badan sungai cukup terbatas. Keberadaan bangunan di sekitar aliran sungai menyulitkan mobilisasi alat berat yang dibutuhkan untuk pengerukan.
Kondisi itu menjadi salah satu kendala teknis yang harus diselesaikan sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Edo mengatakan, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencari solusi penanganan Banjir Kanal. Dukungan peralatan dari TNI dan Polri juga diharapkan dapat membantu mempercepat pekerjaan.
“Kita akan komunikasikan kembali dengan tingkat provinsi agar penanganan di Banjir Kanal bisa dilanjutkan. Kita juga berharap ada dukungan alat dari TNI dan Polri,” katanya.
Penanganan Banjir Butuh Koordinasi Lintas Wilayah
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah keterhubungan aliran sungai antara Kota dan Kabupaten Cirebon.
Menurut Edo, penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial karena sejumlah sungai melintasi lebih dari satu wilayah administrasi. Karena itu, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai penting agar normalisasi sungai dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Edo berharap percepatan pengerukan sungai dan pembenahan drainase mampu menekan potensi genangan di sejumlah kawasan yang selama ini menghadapi ancaman banjir saat hujan deras.
Efektivitas penanganan tersebut, lanjutnya, tetap bergantung pada kelanjutan pekerjaan normalisasi, kondisi saluran air, serta intensitas curah hujan selama musim penghujan.***
Editor : JakaPermana

