Antisipasi Keracunan yang Kerap Dialami Siswa, Pemkot Cimahi Bina Para Pelaku UMKM di Lingkungan Sekolah
Maraknya kasus keracunan massal yang menimpa para siswa di sejumlah sekolah di Jawa Barat menjadi perhatian sejumlah pihak, termasuk Pemkot Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Maraknya kasus keracunan massal yang menimpa para siswa di sejumlah sekolah di Jawa Barat menjadi perhatian sejumlah pihak, termasuk Pemkot Cimahi.
Sekda Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan mengatakan, guna memastikan keamanan makanan dan tidak menimbulkan keracunan siswa SD maupun SMP pihaknya melakukan pembinaan pangan jajanan anak sekolah kepada para pelaku UMKM yang biasa berjualan dan mangkal di sekolah-sekolah.
"Hari ini kita sama-sama melaksanakan pembinaan bagi para pelaku UMKM yang berjualan untuk siswa di sekolah," kata Dikdik saat ditemui di Techno Park di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Senin 3 Juni 2024.
Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan lantaran pihaknya harus memastikan makanan yang ada di sekolah ini terjaga dari unsur gizi yang memenuhi, faktor higienitasnya dan juga kehalalannya.
"Ini perlu karena kita menginginkan generasi kita ini menjadi generasi unggul yang mencakup paling tidak tiga hal, yakni kemampuan pikir, rasanya dan kemampuan fisiknya," tuturnya.
"Itu semua tidak terlepas dari apa yang dia makan. Maka, kegiatan ini memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM di sekolah menjadi hal yang penting," sambungnya.
Selain pembinaan, lanjut Dikdik, pihaknya pun bakal melakukan pendampingan sekaligus pengawasan yang dilakukan oleh tim yang dibentuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Cimahi.
"Mekanisme nanti akan dilakukan pada waktu-waktu tertentu secara berkala, tim akan memantau ke lapangan sejauh mana para pedagang yang berjualan makanan ini bisa memenuhi gizi, kesehatan dan kehalalannya," paparnya.
Tak hanya pelaku UMKM yang berada di dalam lingkungan sekolah, pembinaan PJAS juga bakal dilakukan kepada pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan jualannya di luar lingkungan sekolah.
"PKL yang berjualan di luar lingkungan sekolah juga termasuk menjadi target pembinaan yang juga dilakukan oleh tim yang dibentuk Dinkes dan Disdik," ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, kasus keracunan di Jawa Barat pada tahun 2023 mencapai 1.679, diikuti Jawa Tengah sebanyak 1.082 kasus, dan Jawa Timur 701 kasus.
Sementara itu, untuk KLB KP tertinggi di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta dan Jawa Barat yang sama-sama memiliki kasus luar biasa sebanyak 19 kasus.
Kasus keracunan akibat pangan ini telah merenggut nyawa 15 orang atau berdasarkan statistik angka kematian (case fatality rate) yakni 0,31 persen.
Devi Purnamasari, penanggung jawab kantin di SMP Kartika Cimahi mengaku mendapatkan informasi dan edukasi tentang gizi dan makanan yang sehat.
"Nanti saya akan ingatkan semua kantin tentang makanan yang boleh dan tidak dijual di kantin. Seperti mengurangi minuman dengan kadar gula yang tinggi termasuk makanan-makanan yang harus disimpan di freezer," ujar salah satu peserta PJAS ini.
Peserta pembinaan lainnya, Yuyun (56) mengatakan dirinya bakal menyosialisasikan edukasi terkait PJAS ini kepada masyarakat mengingat dirinya merupakan Kader Posyandu di Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
"Saya akan menyampaikan edukasi terkait makanan sehat dan cara penyajiannya baik kepada masyarakat maupun pedagang kantin dan luar lingkungan sekolah," katanya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

