Badan Gizi Nasional dan DPR RI Gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bogor

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terus menggelorakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Sosialisasi MBG tersebut salah satunya digelar di Saung Bogania, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat 21 Februari 2025.

Badan Gizi Nasional dan DPR RI Gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bogor
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Saung Bogania, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat 21 Februari 2025. (Foto Istimewa)

INILAHKORAN,Bogor- Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Badan Gizi Nasional (BGN) gelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Saung Bogania, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat 21 Februari 2025.

Kegiatan diikuti sekitar 300 peserta yang mayoritas merupakan warga setempat. Sosialisasi ini akan terus dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai program MBG. Sehingga Program MBG yang diluncurkan pemerintah pada 6 januari 2025 lalu akan terus menjangkau daerah-daerah di Indonesia.

Acara sosialisasi MBG dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fikri Hudi Oktiarwan, dan Ermia Sofiyessi selaku Sekretaris Deputi Sistem Tata Kelola BGN.

Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat memberikan pemahaman mengenai program MBG terkait asupan gizi dan pola makannan sehat yang biasa dikonsumsi. 

"Gizi yang baik merupakan faktor utama dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan pemahaman yang benar tentang gizi, kita dapat mencegah berbagai penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, terutama bagi anak-anak dan remaja," tutur Achmad Ru’yat.

Lebih lanjut, Achmad menyampaikan kegiatan sosialisasi ini sebagai salah satu langkah awal menuju kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. Untuk itu adaptasi harus terus dilakukan terhadap perkembangan yang sedang terjadi.

"Sebagai bagian dari masyarakat yang terus berkembang, kita dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dan kebijakan yang ada. Oleh karena itu, sosialisasi seperti ini menjadi sarana penting agar kita tidak tertinggal dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar kita," sambungnya.

Selain itu, Achmad juga mengajak kepada seluruh peserta untuk menyebarluaskan informasi mengenai program MBG untuk lingkungan sekitar. 

"Saya berharap kepada para peserta yang diperoleh hari ini dapat dibagikan kepada lingkungan sekitar, agar manfaat dari sosialisasi ini tidak hanya berhenti pada diri kita, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat luas," harapnya. 

Dengan begitu, masyarakat akan berperan sebagai agen perubahan yang membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat terhadap program baru ini khususnya mengenai pentingnya gizi yang seimbang.***


Editor : Ardi