Bandung Diguyur Hujan, Pohon Tumbang Terjadi di Sejumlah Wilayah

Pohon tumbang terjadi di beberapa wilayah di Kota Bandung akibat hujan deras yang mengguyur Jumat 3 April 2026

Bandung Diguyur Hujan, Pohon Tumbang Terjadi di Sejumlah Wilayah
Tim gabungan tengah mengevakuasi pohon besar yang tumbang di Jalan dr Djunjunan atau Pasteur, samping Flyover Pasupati, Jumat (3/4/2026). Polisi menerima laporan setidaknya terjadi pohon tumbang di 6 titik di Kota Bandung. Foto Istimewa

INILAHKORAN.ID - Pohon tumbang terjadi di sejumlah titik yang ada Kota Bandung, pada Jumat (3/4/2026) siang. Pohon tumbang terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi terjadi siang tadi. 

Berdasarkan data yang didapat dari laporan masyarakat melalui layanan 110 kepolisian, ada enam titik Pohon tumbang

Di antaranya, Jalan dr Junjunan (Pasteur), Jalan Gunung Batu, Jalan Dayang Sumbi, Jalan Ciliwung, Jalan Ir Juanda (Dago), dan Jalan Setiabudi. 

"Untuk di kawasan Pasteur sudah dalam penanganan petugas," kata Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah, saat dihubungi. 

Disinggung soal adanya kejadian baliho roboh dan banjir di beberapa titik, Nurindah menyebutkan sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan.

"Saat ini masih pendataan titik banjir dan informasi baliho yang roboh," kata dia.

Data pengamatan yang didapat dari BMKG, menunjukkan curah hujan di Jawa Barat tergolong tinggi. Di Kota Bandung tercatat curah hujan mencapai 49,4 mm per hari yang termasuk kategori hujan sedang, sementara di Kota Tasikmalaya curah hujan mencapai 103 mm per hari yang masuk kategori hujan sangat lebat.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menjelaskan bahwa kondisi atmosfer pada periode tersebut memang mendukung terbentuknya awan hujan yang signifikan di wilayah Jawa Barat. 

Ia mengatakan bahwa suhu muka laut yang relatif hangat meningkatkan suplai uap air ke atmosfer sehingga memicu pembentukan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat.

“Kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat saat ini dipengaruhi oleh suhu muka laut yang hangat, kelembapan udara yang tinggi, serta adanya belokan angin dan aktivitas gelombang atmosfer. Kombinasi faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang,” ujar Teguh Rahayu, saat dihubungi, Jumat (3/4/2026).

Analisis dinamika atmosfer juga menunjukkan kelembapan udara di lapisan 850 hingga 500 milibar berada pada kisaran 50 hingga 95 persen dengan tingkat labilitas atmosfer kategori sedang hingga kuat. 

Kondisi ini memperbesar potensi terbentuknya awan konvektif skala lokal yang dapat berkembang cepat dan menghasilkan hujan lebat. Selain itu, citra radar cuaca memperlihatkan pertumbuhan awan konvektif sejak menjelang siang hari yang kemudian meluas ke sebagian besar wilayah Jawa Barat hingga malam hari. 

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem terutama pada sore hingga malam hari, khususnya di daerah dengan topografi curam atau rawan longsor serta wilayah dataran rendah di sekitar aliran sungai yang berpotensi mengalami genangan atau banjir. 

Dalam beberapa hari ke depan, potensi hujan masih diprakirakan terjadi secara lokal di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Cianjur, serta Kota Tasikmalaya. 

BMKG juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan tanda-tanda cuaca buruk seperti munculnya awan gelap menjulang tinggi yang dapat menjadi indikasi awan cumulonimbus, serta menghindari tempat terbuka, pohon besar, dan bangunan tidak kokoh saat terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.


Editor : Ahmad Sayuti