Halte Terbengkalai di Kota Bandung, Folmer: Bongkar Saja
Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer SM Silalahi meminta halte yang terbengkalai di wilayah Kota Bandung dibongkar saja.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer SM Silalahi meminta agar seluruh halte yang tidak terpakai itu dibongkar saja, seperti halte di Jalan Sukabumi, Sukarno Hatta, Ahmad Yani, Sukajadi, dan lainnya.
Halte yang tidak terpakai dan terbengkalai itu sudah pasti tidak bisa dimanfaatkan bagi masyarakat, bahkan bisa menjadi potensi kecelakaan bagi pengguna atau yang berada di dekatnya.
"Harus dibongkar halte yang tak terpakai itu, harus direlokasi ke tempat-tempat strategis," ujar Folmer saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kamis, 2 September 2021.
Baca Juga: September, Kawasan Alun-Alun Kota Bandung Miliki Wajah Baru
Menurut Folmer, keberadaan halte tersebut mestinya dapat bermanfaat bagi warga. Namun, akibat salahnya tata kelola, maka keberadaan halte itu banyak yang sia-sia. Padahal, keberaan halte itu sangat penting untuk mendukung layanan transportasi massal di Kota Bandung.
"Saya melihat banyak halte yang enggak digunakan warga karena posisinya tidak pas. Jangan sampai dibiarkan begitu saja. Tentunya proses pengadaan halte itu dilihat sebagai bagian untuk memberi kenyamanan bagi penumpang sebagai tempat tunggu transportasi. Jadi keberadaan halte itu sangat penting," paparnya.
Menurut dia, jangan sampai membangun halte itu dipandang hanya sebagai elemen estetika kota, jadi halte ini dibutuhkan dan bermanfaat. Apalagi keberadaannya di atas trotoar, mengganggu pejalan kaki, bahkan kaum disabilitas potensi kecelakaannya tinggi sekali.
Baca Juga: Sosiolog Ari Ganjar: Aksi Mural Tidak Selalu Terkait Kekerasan
Selain itu, politikus PDIP tersebut mengusulkan agar halte itu jangan dibangun dengan cara permanen. Sehingga ketika terjadi perubahan letak situasi masih dapat dipindahkan ke tempat lainnya.
"Sayang sekali dengan kondisi halte saat ini banyak tak dipakai, dan sudah banyak yang rusak. Halte ini harusnya dibangun tidak secara permanen, bagun yang bisa digeser-geser atau dipindahkan sesuai dengan kebutuhan. Sayang kan dibangun permanen baru 2 tahun kemudian gak dipakai," pungkasnya. (okky adiana).***
Editor : inilahkoran


