UPI Lakukan Revitalisasi Museum Pendidikan Nasional, Rektor: Ini Bagian dari Pengembangan

Universitas Pendidikan Indonesia merevitalisasi Museum Pendidikan Nasional UPI melalui pengembangan business center berbasis kampus.

UPI Lakukan Revitalisasi Museum Pendidikan Nasional, Rektor: Ini Bagian dari Pengembangan
UPI melalui unit kerja Museum Pendidikan Nasional melakukan revitalisasi Museum Pendidikan Nasional.

INILAHKORAN, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melalui unit kerja Museum Pendidikan Nasional melakukan revitalisasi Museum Pendidikan Nasional UPI melalui pengembangan Business Center Berbasis Kampus.

Pada proses revitalisasi ini, Museum Pendidikan Nasional mendapatkan dukungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema hibah Program Matching Fund.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) M Solehuddin menjelaskan bahwa latar belakang revitalisasi Museum Pendidikan Nasional UPI ini merupakan bagian dari pengembangan kelembagaan UPI ke depan. UPI sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) semakin didorong pemerintah untuk mandiri dalam berbagai hal termasuk mandiri dari dalam finansial.

Baca Juga: Museum Mugaba Banuraja, Wisata Edukasi di Atas Kapal TNI AL yang Instagramable

Selain itu, UPI berupaya maksimal dalam merespons kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, tentang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

UPI komitmen memfasilitas kebijakan tersebut ke dalam berbagai program yang dikembangkan oleh unit kerja di UPI. Selain itu juga UPI sudah mempersiapkan dalam memasuki era digital ini.

"Menurut saya, Museum Pendidikan Nasional UPI ini harus melakukan transformasi diri dan melakukan pengembangan di masa depan. Wajah museum akan diubah menjadi sangat modern. Program dilaksanakan melalui skema hibah program matching fund yang melibatkan mitra perguruan tinggi, pemerintah, serta mitra dunia usaha dan dunia industri," papar M Solehuddin, Selasa 5 September 2021.

Baca Juga: Inilah Strategi UPI dalam Membangun Keterbukaan Informasi Publik Menjadi Terdepan

M Solehuddin menegaskan, bahwa program revitalisasi museum pendidikan nasional dilakukan dalam bentuk transformasi museum. Program ini tidak menghilangkan fungsi museum, akan tetapi untuk memperkuat, melengkapi dan memodernisasi museum. Pengembangan ini melibatkan pakar dan ahli museum dalam menciptakan museum masa depan yang dilengkapi sistem digitalisasi.

Kepala UPT Museum Pendidikan Nasional UPI Leli Yulifar menjelaskan bahwa program ini dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pertama, pengembangan eduwisata dan edupreneur yang dikemas dalam berbagai pelatihan untuk meningkatkan capacity building para staf dan karyawan museum, dosen, alumni, mahasiswa, dan masyarakat.

Terdiri dari, koleksi museum dinamis School-Based Planetarium dan edukasi digital batik, Koleksi museum statis: Hands-on History, Digitalisasi koleksi museum.

Baca Juga: Ternyata...UPI Peringkat Ketiga Perguruan Tinggi di Indonesia, Hanya Kalah dari Dua Ini

Kedua, pengembangan unit bisnis pendukung dalam bentuk inkubator bisnis bagi mahasiswa, alumni UPI, dosen, dan masyarakat luas dalam kategori ekonomi kreatif.

Luaran program Museum Pendidikan Nasional UPI yaitu sebagai start up berbasis teknologi dan ekonomi kreatif, Start up mahasiswa/masyarakat/alumni berbasis teknologi dan ekonomi kreatif, Planetarium Sekolah, Digital Batik, HKI, Sertifikat kompetensi (yang dikeluarkan lembaga dalam dan luar negeri) serta Penyelenggaraan pelatihan (capacity building).

"Program ini juga akan melahirkan sebuah aplikasi, yang diberi nama orangpinter. Aplikasi orangpinter akan menjadi platform untuk membantu pelajar dan mahasiswa dalam mengakses informasi akademik di antaranya jadwal kuliah/pelajaran, pengumuman-pengumuman, keuangan, prestasi pelajar/mahasiswa, forum diskusi dan informasi lainnya seputar kegiatan akademik. Secara khusus aplikasi orangpinter dapat menjadi andalan informasi prestasi bagi pelajar dan mahasiswa," kata Ketua Peneliti itu.

Sedangkan kata Leli Yulifar, bentuk kegiatan yaitu pelatihan inkubasi mahasiswa, alumni dan masyarakat, pelatihan inkubasi mahasiswa, alumni dan masyarakat, pelatihan inkubasi museum, lrogram hands on history, program llanetarium sekolah, orogram edukasi digital batik, program pengembangan bisnis start-up, program magang industri, Benchmarking ke industri wisata/home industry, revitalisasi website dan sosial media museum Diknas.

Pelatihan inkubasi mahasiswa, alumni dan masyarakat terdiri dari pelatihan multimedia, pelatihan audio visual, pelatihan marketing, pelatihan kuliner, pelatihan pembukuan, elatihan batik, pelatihan desain dan packaging serta pelatihan kewirausahaan.

Pelatihan inkubasi museum yang terdiri dari pelatihan edukator, pelatihan kurator, pelatihan registrar, pelatihan preparator, pelatihan konservator, pelatihan public speaking, pelatihan kepariwisataan, pelatihan pemandu wisata, pelatihan bahasa asing serta pelatihan IT/ digital.

Tahapan kegiatan di bulan September 2021 yaitu sosialisasi program, program hands on history, program planetarium sekolah serta revitalisasi website dan sosial media museum Diknas.

Kegiatan dibulan Oktober 2021 terdiri dari pelatihan inkubasi mahasiswa, alumni dan masyarakat, pelatihan inkubasi museum serta program edukasi digital batik.

Kegiatan dibulan November 2021 yaitu program pengembangan bisnis start-up, program magang industri serta Benchmarking ke industri wisata/home industry. Kemudian, pada kegiatan dibulan Desember 2021 melakukan pelaporan dan diseminasi program.

Target audience revitalisasi Museum Pendidikan Nasional UPI Melalui Pengembangan Business Center Berbasis Kampus dengan skema matching fund yaitu adanya keterlibatan 5 unsur yaitu mahasiswa, dosen, dunia usaha dan dunia industri, dan masyarakat. Sedangkan jumlah kelompok penerima manfaat sebanyak 1000 orang.***(Okky Adiana)


Editor : inilahkoran