Kerjasama dengan Oorange Unpad, Kemensos Ajak KPM Graduasi Beralih Pemasaran Produk ke Digital

Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Oorange Unpad (Pusat Inkubator Bisnis Universitas Padjadjaran) pendampingan warga miskin

Kerjasama dengan Oorange Unpad, Kemensos Ajak KPM Graduasi Beralih Pemasaran Produk ke Digital
Kemensos dan Pusat Inkubator Bisnis Unpad bekerjasama memberikan pendampingan bagi PKM

INILAHKORAN,Ngamprah - Kementerian Sosial (Kemensos) RI bekerja sama dengan Oorange Unpad (Pusat Inkubator Bisnis Universitas Padjadjaran) memberikan pendampingan dan pelatihan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) graduasi yang telah menjalankan usahanya.

Kegiatan tersebut mengajak para pelaku usaha dari KPM graduasi agar beralih ke digitalisasi dalam memasarkan produknya.

Mentor KPM ProKus Kemensos RI - Oorange Unpad Saiful Rachman mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga menggandeng provider Telkomsel dan Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo) Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Menurutnya, pihaknya ingin mengawal para KPM graduasi yang sudah merintis dan menjalankan usahanya terus maju.

Baca Juga: Pandemi Bikin Narkoba Merajalela, BNN KBB Ungkap Wilayah Sebaran Terbanyak

"Jangan sampai mereka mundur dan harus mendapatkan lagi bantuan (PKH) dari pemerintah," katanya di Gedung Manca Cililin, belum lama ini

Ia menilai, program tersebut bertujuan untuk mengajak mereka membuka ruang usaha di marketplace serta mulai melakukan pembukuan digital.

Selain itu, sambung dia, ini juga sebagai bentuk tanggung jawab kepada KPM graduasi, bahwa mereka tidak 'dilepas' begitu saja, supaya usahanya tidak terputus.

"Program ini yang kedua setelah ditahun lalu juga dilakukan," ujarnya.

Ia menyebut, pendampingan kepada para pelaku KPM graduasi ini akan diberikan hingga bulan Desember.

"Kepada para pelaku usaha UMKM agar memanfaatkan platform digital melalui marketplace atau jaringan provider," ucapnya yang didampingi Mentor Gan Gan Ridwan.

Baca Juga: Sempat Tak Sadarkan Diri, Dorce Gamalama Dikabarkan Masuk ICU

Sementara itu, Sekretaris Hipmikimdo KBB, Tatang Rukmana menuturkan, adanya pendampingan bagi pelaku UMKM yang di bawah Hipmikimdo termasuk para KPM graduasi sangat positif.

Hal itu dibuktikan dengan semakin bertambahnya pelaku UMKM yang mulai memanfaatkan pemasaran digital untuk produknya.

"Ini sangat baik karena digitalisasi sudah tidak bisa dihindari. Makanya banyak pelaku UMKM di Hipmikimdo yang mulai melirik penjualan digital di marketplace karena sudah melek internet," ujarnya.

Di tempat yang sama, KPM graduasi asal Kampung Cipetir, RT 3/1, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Nurdiati (32) mengatakan, keluar dari PKH tahun 2019 dan mendapatkan modal usaha Rp3,5 juta. Modal ia pakai untuk berjualan produk roti dari usaha awal berjualan bensin yang masih digelutinya hingga saat kini.

Baca Juga: Ulang Tahun, Nick Kuipers Merasa Masih Berusia 20 Tahun

"Saya dapat bantuan PKH dari 2013 sampai 2019, dan kini merintus usaha setelah jadi KPM graduasi. Ke depan akan coba kembangkan usaha secara digital seperti yang lain supaya lebih maju lagi," tukasnya.***(agus satia negara).


Editor : inilahkoran