Disdik Kota Bandung Gandeng Dinkes Dorong Peningkatan Penerapan PTM 100 Persen Menjangkau Semua Sekolah

Disdik Kota Bandung dan Dinkes Kota Bandung kolaborasi mendorong peningkatan PTM 100 persen menjangkau semua sekolah di Kota Bandung

Disdik Kota Bandung Gandeng Dinkes Dorong Peningkatan Penerapan PTM 100 Persen Menjangkau Semua Sekolah
Disdik Kota Bandung menggandeng Dinkes dalam upaya mendorong percepatan PTM 100 persen dapat menjangkau semua sekolah. Saat ini baru sebanyak 330 sekolah di Kota Bandung yang melaksanakan PTM 100 persen.

INILAHKORAN,Bandung,Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung gandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mendorong peningkatan penerapan PTM 100 persen manjangkau semua sekolah.

Kolaborasi Disdik dan Dinkes Kota Bandung tersebut diharapkan dapat mendorong jumlah sekolah yang menerapkan PTM 100 persen yang saat ini baru dilaksanakan di 330 sekolah.

Saat ini Kota Bandung masih menyisakan sekitar 1.677 sekolah yang belum dapat menerapkan PTM 100 persen. Jumlah itulah yang menjadi pekerjaan tertunda Disdik Kota Bandung hingga menggandeng Dinkes.

Baca Juga: Pulihkan Ekonomi Mustahik, Baznas Kota Bandung Gratiskan Stand BASS Chicken

Kepala Disdik Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengungkapkan, kolaborasi Disdik dan Dinkes tentu saja untuk mendorong PTM 100 persen dapat menyentuh seluruh sekolah yang ada di Kota Bandung.

"Sebanyak 1.677 sekolah akan kami beri kesempatan untuk mengisi daftar periksa kembali dan akan dimonitoring evaluasi oleh tim terpadu dari satuan pendidikan juga SKPD terkait," ujar Hikmat Ginanjar, Selasa 11 Januari 2022.

Hikmat memaparkan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar PTM 100 persen bisa dirasakan semua siswa di Kota Bandung.

Baca Juga: Ferdinand Hutahaean Ditetapkan Sebagai Tersangka, Begini Respon Wakil Menteri Agama

Salah satunya dengan keterlibatan dari semua lapisan warga sekolah untuk menegakkan dispilin protokol kesehatan (prokes).

"Setiap individu warga sekolah harus disiplin patuhi prokes. Bukan hanya siswa sekolah, tapi juga guru, kepala sekolah, bahkan sampai pada orang tua dan masyarakat juga harus disiplin," ucapnya.

Hikmat menambahkan, jika dari aspek kesehatan telah mumpuni dan memenuhi persyaratan, maka jumlah sekolah yang bisa melakukan PTM 100 persen bisa lebih banyak.

Baca Juga: Tak Sedikit Artis Terlibat Kasus Prostitusi Online, Begini Penjelasan Para Pakar

Tentunya agar PTM 100 persen ini bisa berjalan dengan baik, Hikmat brrharap, perlu adanya kolaborasi juga dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain, salah satunya Dinas Kesehatan Kota Bandung.

"Di sekolah-sekolah ini ada UKS. Kita akan manfaatkan UKS ini untuk bisa bergerak cepat jika ada gejala Covid-19, termasuk varian terbaru Omicron. UKS ini akan berkolaborasi dengan tim Dinas Kesehatan Kota Bandung," imbuh Hikmat.

Gayung bersambut, sejalan dengan misi Dinas Pendidikan Kota Bandung, Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara juga menjelaskan tentang pentingnya kolaborasi dari semua pihak untuk meningkatkan PTM 100 persen dengan disiplin prokes.

Baca Juga: Ramai Raffi Ahmad Bakal Datangkan Mesut Ozil, Netizen: Cuma Marketing Aja

"Omicron ini sedang meningkat. Meski di Bandung kita tidak menemukan kasusnya, tetap perlu disiplin prokes bagi semua masyarakat," ucap Ahyani.

Ahyani memaparkan, saat ini Dinkes Kota Bandung tengah fokus pada peningkatan vaksinasi warga. Tahun 2022 ini menurutnya ditargetkan 100 persen warga Bandung sudah melakukan vaksinasi dosis 2.

"Untuk usia 6-11 tahun, sudah 30 persen yang divaksin. Untuk vaksinasi lansia sendiri sudah mencapai 75 persen," papar Ahyani.

Baca Juga: Bukan Diimingi Janji, Begini Kata Elly Risman Musa Cara Menghadapi Anak Tantrum

Meski sampai saat ini belum ada kasus Omicron terjadi di Kota Bandung, Ahyani mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Bandung telah menyiapkan jika sewaktu-waktu ditemukan kasusnya di Kota Bandung.

"Omicron ini gejalanya ringan sekali. Pasien dapat melakukan isolasi mandiri, tentunya dengan pengawasan. Namun, kita sudah melakukan persiapan jika ada kasusnya di Kota Bandung," ungkap Ahyani.

"Kami sudah berkoordinasin dengan provinsi. Dan untuk di bagian wilayah juga sudah kami siapkan tempat isolasi dan karantina," imbuh Ahyani.

Baca Juga: Polisi Usut Kasus Dugaan Penipuan Vicky Prasetyo

Untuk vaksinasi dosis ketiga (booster) sendiri, Ahyani mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kota Bandung masih menunggu petunjuk teknis dari tim pusat.

"Masih sedang kami tunggu untuk juknisnya, seperti booster ini akan diprioritaskan untuk siapa dan berapa kuotanya," ujar Ahyani.***(Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran