Bocah 10 Tahun Asal Padalarang Rela Jadi Juru Parkir, Demi Beli Kuota Internet untuk PJJ
Rendi, bocah 10 tahun asal Padalarang itu terpaksa rela jadi juru parkir. Uangnya, dibelikan kuota internet untuk menjalani PJJ.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Sungguh luar biasa perjuangan bocah 10 tahun asal Padalarang yang satu ini dalam mewujudkan cita-citanya.
Adalah Rendi, bocah 10 tahun asal Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang rela mengorbankan waktu bermain dengan teman-teman sebayanya.
Rendi, bocah 10 tahun asal Padalarang ini rela jadi juru parkir untuk membantu keluarga sekaligus membeli kuota internet untuk belajar.
Baca Juga: Diduga Lakukan Filler Payudara Ilegal, Wanita di Jakarta Barat Ditemukan Tewas
Betapa tidak, sejak adanya pandemi Covid 19 pemerintah pusat secara serentak menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh jenjang pendidikan.
Tak terkecuali, SD Negeri 2 Padalarang tempat dimana Rendi menimba ilmu.
Kebijakan PJJ tersebut mengharuskan seluruh siswa menggunakan fasilitas daring/online. Hal itu yang menjadi alasan Rendi menjadi juru parkir dengan memanfaatkan waktu luangnya.
Baca Juga: Matangkan Raperda Perubahan Tirta Pakuan, Pansus Tunggu Paparan Kajian Investasi
Pekerjaan juru parkir merupakan salah satu profesi yang kerap dipandang sebelah mata, terlebih bagi anak-anak seusia dengan Rendi yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk bermain game online.
Berbekal semangat dan percaya diri, Rendi lebih memilih mengais rezeki dengan menjadi juru parkir di kawasan Tagog, Padalarang. Kendati hanya mengumpulkan uang koin namun dirinya lebih menikmati pekerjaannya.
Terik matahari dan hujan tak ia hiraukan, hal itu ia lakukan agar bisa terus melanjutkan pendidikannya dan demi menggapai cita-cita yang diidamkannya, yakni menjadi seorang polisi.
Baca Juga: Warga Cipaku Bogor Tutup Jalan, Balai Perkeretaapian Janjikan Solusi Terbaik
"Meski jadi juru parkir, saya punya cita-cita jadi polisi," katanya dengan nada bersemangat.
Ia mengaku, mulai menjadi juru parkir sejak terjadinya penggusuran PKL para pedagang di ruko Tagog Padalarang.
"Kebetulan lokasinya pun dekat dengan rumah saya, jadi tinggal nyebrang. Saya berangkat dari rumah jam delapan pagi sampai sore," ungkapnya.
Baca Juga: Nancy dan Hyebin Positif Covid-19, MOMOLAND Hentikan Jadwal Promosi di Meksiko Sementara Waktu
Ia menuturkan, uang yang diperoleh dari hasil parkir tersebut dikumpulkan dan kemudian digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan sekolah, seperti buku dan lainnya.
"Saya jadi juru parkir itu hari Jumat sampai Minggu dan pada jam kosong belajar," ujarnya.
Ia mengaku, sudah mendapat izin dari orang tua untuk jari juru parkir, asalkan tidak main jauh-jauh.
"Mending markir dapat uang dan sisanya uangnya buat beli buku," imbuhnya.
Baca Juga: Uncharted Rajai Box Office Amerika Usai Raup Rp633 Miliar, Berkat Duet Tom Holland dan Mark Wahlberg
Kendati uang yang didapat tak seberapa, namun menurutnya setiap keringat yang ia keluarkan akan membuahkan hasil.
"Alhamdulillah, dalam sehari bisa dapat Rp10 ribu, bahkan lebih. Kadang ada yang Rp2 ribu dan kadang juga gak ngasih, seikhlasnya saja," imbuhnya.***(agus satia negara).
Editor : inilahkoran


