Pemkab Bandung Luncurkan Pinjaman Modal Bergulir Tanpa Bunga Bagi Pelaku usaha Kecil

emkab Bandung meluncurkan penyerahan modal non permanen pinjaman dana bergulir dan pemberian subsidi bunga kepada masyarakat Kabupaten Bandu

 Pemkab Bandung Luncurkan Pinjaman Modal Bergulir Tanpa Bunga Bagi Pelaku usaha Kecil
emkab Bandung meluncurkan penyerahan modal non permanen pinjaman dana bergulir dan pemberian subsidi bunga kepada masyarakat Kabupaten Bandung.

 

INILAHKORAN, Soreang – Pemkab Bandung meluncurkan penyerahan modal non permanen pinjaman dana bergulir dan pemberian subsidi bunga kepada masyarakat Kabupaten Bandung.

Diharapkan Pemkab Bandung, program penyerahan modal non permanen dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga, bisa mengurangi 2 persen angka pengangguran di Kabupaten Bandung.

"Saat ini ngka pengangguran di Kabupaten Bandung mencapai 8,2 persen atau sekitar 200 ribu jiwa akibat pandemi Covid-19. Kita melihat angka produktif di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 2 juta jiwa dari jumlah penduduk 3,62 juta jiwa. Jika program ini berjalan baik, diharapkan bisa mengurang angka pengangguran sampai 2 persen," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna, Rabu 9 Maret 2022.

Dikatakan Dadang, pandemi covid-19 berdampak besar terhadap perekonomian. Termasuk usaha kecil menengah.

"Pandemi ini menyebabkan angka pengangguran di Kabupaten Bandung yang cukup banyak. Pedagang kecil turun drastis banyak yang bangkrut. Kita berharap adanya program bantuan pinjaman dana bergulir ini dapat menumbuhkembangkan dan membangkitkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Suami dan Istri Ibarat Matahari dan Bulan, Kok Bisa? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat!

Dadang melanjutkan, pemberian pinjaman bergulir tanpa bunga ini untuk para pelaku UKM di Kabupaten Bandung. Terutama yang tersdampak pandemu covid-19. Kata dia, untuk penyaluran bantuan modal usaha tanpa bunga itu, melibatkan BPR Kertaraharja dan Bank BJB.

"Pola perbankan, kita tidak akan intervensi. Silahkan mekanisme perbankan yang melakukannya penyaluran dana pinjaman bergulir tanpa bunga itu. Sasaranhya 130 ribu pelaku usaha, jika penghitungan lancar dan dalam setahun bisa meningkatkan pelaku usaha itu mencapai 200 ribu. Ini akan meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi mikro. Ini juga dapat meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) serta dapat mencegah bank emok (rentenir)" katanya.

Dadang berharap, para penerima pinjaman bergulir ini dapat memanfaatkannya dengan baik serta disiplin. Agar perputarannya lancar, sehingga nantinya bisa dinikmati oleh semua pelaku usaha di Kabupaten Bandung. Dan saat ini, mulai ada beberapa warga yang mengajukan pinjaman modal bergulir tersebut. Kata dia, jika hingga Mei 2022 hasil evaluasi menunjukan perkembangan yang baik maka pada APBD perubahan bisa ditambah.

Baca Juga: Rudy Susmanto Ingatkan Pentingnya Nilai Kemanusiaan dalam Penanganan Korban Bencana

Dadang menuturkan, minimal pinjaman dana bergulir sebesar Rp 2 juta per pelaku usaha, dan maksimalnya bank yang menilai dan menganalisa.

"Apabila, para pengusaha ini lebih meningkat, bank diharapkan bisa memberikan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Supaya para pelaku usaha di Kabupaten Bandung lebih cepat pertumbuhan ekonominya," ujarnya. (rd dani r nugraha).


Editor : inilahkoran