Rudy Susmanto Ingatkan Pentingnya Nilai Kemanusiaan dalam Penanganan Korban Bencana

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengingatkan pentingnya mengedepankan nilai kemanusiaan dalam penanganan korban terdampak bencana.

Rudy Susmanto Ingatkan Pentingnya Nilai Kemanusiaan dalam Penanganan Korban Bencana
Rudy Susmanto mengingatkan pentingnya nilai kemanusiaan dalam penanganan korban bencana.

INILAHKORAN, Bogor - Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengingatkan pentingnya mengedepankan nilai kemanusiaan dalam penanganan korban terdampak bencana alam maupun nonalam.

Rudy Susmanto mengatakan, korban bencana alam maupun nonalam tidak hanya memerlukan sumbangan tetapi berbagai aspek untuk memulihkan keadaan dan solusi jangka panjang. Penanganan korban harus mengedepankan nilai kemanusiaan.

"Sebagian wilayah Kabupaten Bogor adalah daerah rawan bencana alam banjir maupun tanah longsor. Kita harus belajar dari peristiwa sebelumnya untuk menghindari adanya korban jiwa dan meminimalisir kerugian materil," ujar Rudy Susmanto usai Apel Siaga Bencana Alam yang digelar BPBD Kabupaten Bogor, Rabu 9 Maret 2022.

Baca Juga: Hewan Ternak Sakit, Tenang Kini Ada Mobil Klinik Keliling di Kota Bogor

Menurutnya, alokasi anggaran penanganan kebencanaan alam dan nonalam tetap proporsional meskipun dalam tiga tahun ini terjadi pandemi atau penyebaran wabah Covid-19.

"Anggaran kebencanaan alam dan non alam tidak terkena relokasi atau refocusing. Karena itu, dia berharap anggaran tersebut juga digunakan secara efektif agar bencana tidak terjadi berulang-ulang. Kedepan, kita juga harus menemukan solusi yang tepat untuk keselamatan warga kita yang ada di lokasi rawan bencana," tuturnya.

Berdasarkan data indeks risiko bencana kabupaten dan kota tahun 2020 yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan wilayah Kabupaten Bogor sebagai wilayah rawan bencana menduduki peringkat ke 287 dari 514 kabupaten-kota se Indonesia.

Baca Juga: Sukses! Incu Bie Diffable Action Indonesia Bogor Raya Berhasil Majukan 70 UMKM Milik Penyandang Disabilitas

"Kondisi ini harus kita sadari bersama dan menjadi tanggung jawab kita bersama, dengan memitigasi potensi bencana alam atau nonalam," lanjut Rudy Susmanto.

Jika kita bercermin pada 2021, setidaknya ada 1.283 bencana terjadi, tanah longsor menjadi kategori bencana alam yang paling banyak, yakni 513 kejadian, disusul angin kencang sebanyak 449 bencana, dan 112 bencana banjir, mengakibatkan 74.084 warga menjadi korban, 28 warga meninggal dunia, 1 luka berat, 3 luka sedang, 15 luka ringan, 559 warga mengungsi.

"Banyak pelajaran yang mestinya kita ambil untuk kesiapsiagaan kita terhadap bencana alam yang terjadi," tandasnya (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran