MIRIS! Sebelum Disodomi, Oknum Guru Ngaji di Pangalengan Paksa Anak-anak Nonton Video Porno

Para korban sodomi SN oknum guru ngaji di Pangalengan Kabupaten Bandung sebelum dicabuli diajak nonton video porno di hape pelaku

MIRIS! Sebelum Disodomi, Oknum Guru Ngaji di Pangalengan Paksa Anak-anak Nonton Video Porno
Seorag oknum guru ngaji di Pangalengan kabupaten Bandung tega melakukan aksi sodomi kepada puluhan anak didinya.

 

INILAHKORAN, Bandung – Miris, cerita anak-anak di bawah umur yang jadi korban sodomi oknum guru ngaji SN di Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Salah seorang warga Pangalengan pun menjelaskan, dari cerita anak-anak yang jadi korban sodomi oknum guru ngaji SN, mereka terlebih dulu diajak untuk menonton film porno di hape miliknya.

“Usai nonton, anak yang masih polos ini diajak memeragakan adegan dalam video tersebut. Perbuatan (sodomi) ini biasa dilakukan oleh SN sejak sekitar lima tahun lamanya,” kata sumber Inilahkoran saat ditemui di Pangalengan, Selasa 12 April 2022.  

Baca Juga: Bejat, SN Oknum Guru Ngaji di Pangalengan Sodomi Puluhan Anak Didiknya

"Kata anak-anak, itu (sodomi) biasanya dilakukan di WC sekolah tempat dia mengajar, ruang kelas saat sepi. Selain itu, dilakukan juga saat dia membawa anak-anak pentas marawis dan  piknik ke luar seperti ke Cipanas atau ketempat lainnya. Korbannya rata-rata masih duduk di kelas 4-6 SD," katanya.

Dia menduga, korban keganasan predator anak ini mencapai puluhan orang anak. Karena keberadaan SN sebagai guru di salah satu sekolah di kampugnya itu sejak lima tahun lalu. Dari cerita anak-anak, hampir semua anak laki-laki disetiap kelas pernah menjadi korban SN. Bahkan, ada beberapa orang korbannya yang saat ini sudah sekolah SMP dan masih berhubungan dengan SN.

"Kalau dirata-ratakan selama lima tahun itu bisa puluhan orang anak korbannya. Bahkan yang sekarang sudah SMP saja masih ada yang dimangsa sama dia. Nah ironisnya, anak-anak ini cerita yang sudah SMP ini juga sekarang masih suka diajak dan sekarang malah gantian, jadi si anak SMP ini juga sekarang sudah mulai menjadi pelaku, ini yang mengerikan," ujarnya.

Baca Juga: Pria di Jakarta Sodomi Anak Usia 7 Tahun, Komisioner KPAI: Pelaku Punyai Orientasi Terhadap Anak

Berbekal dari pengakuan-pengakuan dari anak-anak ini, lanjut Dedena, ia bersama para orang tua korban, melaporkan kejadian yang menimpa anak-anak mereka ke Polresta Bandung. Mereka melaporkan kejadian tersebut sekitar dua bulan lalu dan minggu lalu ada beberapa orang tua korban yang kembali melapor jika anaknya juga diduga telah menjadi korban SN.

"Untuk memastikan kebenaran kejadian ini. Bersama polisi kami bawa para korban  ke psikolog yang ada di Pemkab Bandung. Sebelum ditanya saja, psikolog ini sudah tahu kalau para anak-anak ini korban, mungkin dilihat dari perilaku dan gerak-geriknya saja sudah terlihat," ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah berbicara dan memintai keterangan dari para korban, psikolog meyakini dan membenarkan jika anak-anak ini telah menjadi korban kejahatan seksual oleh SN. Bahkan, kepada psikolog ini, para korban lebih berani dan terbuka untuk bercerita tentang apa saja yang telah mereka alami.

Baca Juga: Ini Timbulnya Penyakit Infeksi Akibat Sodomi

"Cerita mereka ke psikolog justru lebih mengerikan. Karena mereka jadi lebih terbuka dan mau bercerita semua hal yang mereka alami," katanya.

Menurutnya, anak-anak para korban SN ini, rata-rata berubah menjadi anak yang pendiam. Murung dan menjadi penyendiri, tidak selayaknya anak-anak yang ceria gemar bermain dan bergaun dengan teman-temannya yang lain. Hal ini dikatakan para orang tua yang melihat perubahan perilaku anak-anak mereka sejak lima tahun terakhir ini.

"Mereka jadi anak-anak yang pendiam, murung dan terlihat gelisah. Kalau ada di rumah mengurung diri di kamar. Tapi sekarang Alhamdulilah setelah ada penanganan dan mereka mau cerita ada perkembangan menggembirakan, mulai terlihat ada perubahan. Ini yang kami lakukan bersama para orang tua, pihak Kepolisian dan psikolog itu agar kondisi kejiwaan anak-anak ini bisa pulih. Makanya mereka harus terus didampingi oleh psikolog," ujarnya.

Baca Juga: Korban Sodomi Akan Mengalami Gangguan-gangguan Kesehatan ini

Ia menceritakan, pelaku SN sebenarnya bukan asli warga Pangalengan. Melainkan pendatang dari Tasikmalaya dan beristrikan warga setempat. Pekerjaannya sehari-hari adalah guru agama disebuah sekolah dasar. Selain mengajar di sekolah, ia juga menjadi guru mengaji di rumahnya. Bahkan, di rumahnya itu, ada kobong (kamar asrama) untuk anak-anak yang mengaji dan tinggal ditempat itu. Dari pernikahannya dengan istrinya yang juga kepala sekolah di tempat SN mengajar itu, ia memiliki tiga orang anak.

"Sekarang dia bersama anak dan istrinya pulang ke Tasikmalaya. Nah kami juga sekarang masih menunggu tindak lanjut laporan kepada pihak Kepolisian, soalnya laporan kami itu sudah ada dua bulan lamanya, tapi kami belum mengetahui perkembangan selanjutnya. Kami sih inginnya pelaku kejahatan seksual ini dihukum seberat-beratnya, kalau perlu hukuman mati karena telah merusak anak-anak muda generasi bangsa," katanya.

Diberitakan sebelumnya, SN oknum guru ngaji di Pangalengan Kabupaten Bandung diduga melakukan sodomi kepada puluhan muridnya. Kejadian tersebut sudah dilaporkan keluarga korban ke Polresta Bandung. (Rd Dani R Nugraha)

 

 

 


Editor : inilahkoran