Bandung Tingkatkan Pengamanan Kota, Patroli Anti Begal Digelar Lintas Aparat

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama aparat keamanan menegaskan, akan mengubah pola pengamanan kota dari reaktif menjadi aktif dalam upaya menekan kejahatan

Bandung Tingkatkan Pengamanan Kota, Patroli Anti Begal Digelar Lintas Aparat
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama aparat keamanan menegaskan, akan mengubah pola pengamanan kota dari reaktif menjadi aktif dalam upaya menekan kejahatan

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama aparat keamanan menegaskan, akan mengubah pola pengamanan Kota dari reaktif menjadi aktif dalam upaya menekan kejahatan jalanan khususnya kasus pembegalan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, langkah pengamanan tidak lagi menunggu kejadian terjadi. Melainkan dilakukan melalui patroli rutin, dan kolaborasi lintas satuan termasuk Brimob dan Tim Prabu.

“Karena ini saya khawatir, karena sekarang ini pengaruh minuman keras. Kasus kemarin di Kota Bandung itu walaupun kejadiannya bukan di satu tempat, tapi ketika kita periksa korban maupun pelaku rata-rata konsumsi minuman keras,” kata Farhan, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, pola kerja aparat di lapangan harus lebih aktif dengan kehadiran yang terus bergerak bukan sekadar siaga di titik tertentu. Hal tersebut, menjadi sangat penting mencegah munculnya niat dan kesempatan terjadinya tindak kejahatan.

“Karena kita mau mengatakan orang itu ada kesempatan dan niat. Nah minimal mudah-mudahan niatnya bisa terhubungkan atau dicegah,” ucapnya.

Farhan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarunit keamanan, termasuk Brimob Batalyon A, Tim Prabu dan unsur kepolisian lainnya yang akan dikerahkan untuk patroli keliling di berbagai wilayah Kota Bandung.

“Nanti dikelilingi Tim Prabu, Brimob pasti keliling, semua keliling. Tidak ada yang nunggu di jalan,” ujar dia.

Dia menambahkan, prinsip utama pengamanan adalah kehadiran aparat yang bergerak aktif di seluruh wilayah mulai dari kawasan wisata, permukiman hingga wilayah perbatasan yang selama ini juga menjadi titik rawan.

“Jadi prinsipnya, saya senang sekali. Brimob itu tidak boleh nunggu. Karena kalau nunggu kejadian sudah terlambat,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana