Bangunan Tak Stabil, Tim SAR Ponpes Al Khoziny Utamakan Kehati-hatian

Reruntuhan bangunan ponpes Al Khoziny tak stabil sehingga tim SAR harus hati hati.

Bangunan Tak Stabil, Tim SAR Ponpes Al Khoziny Utamakan Kehati-hatian
evakuasi santri korban ambruk ponpes

INILAHKORAN - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban runtuhnya bangunan Pondok pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus berlangsung dengan penuh kehati-hatian. 

Kondisi bangunan empat lantai yang ambruk pada Senin (29/9) lalu masih dinilai tidak stabil, sehingga menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan evakuasi.

Ia menyebut, tim SAR gabungan awalnya lebih banyak menggunakan metode manual demi meminimalkan risiko terhadap korban maupun petugas di lapangan.

“Tim mengedepankan kehati-hatian mengingat kondisi bangunan yang tidak stabil. Itulah sebabnya sejak awal proses evakuasi dilakukan secara manual,” ujar Suharyanto dalam keterangan di Sidoarjo, Kamis (2/10)

Namun, setelah melalui sejumlah upaya pencarian, tim SAR tidak lagi menemukan tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan. Atas dasar itu, operasi beralih ke tahap evakuasi korban meninggal dunia dengan bantuan alat berat.

Keputusan ini juga sudah mendapatkan persetujuan keluarga korban setelah dilakukan dialog bersama pihak BNPB dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.

“Keluarga korban memahami kondisi di lapangan dan meminta operasi SAR tetap dilanjutkan. Mereka bahkan sudah menandatangani berita acara persetujuan,” ungkap Suharyanto.


Editor : Firda Rachmawati