Banjir Bandang Landa tiga RT di Kampung Bojongpulus Banjaran Puluhan Rumah Warga Terendam

Puluhan rumah di Kampung Bojongpulus Desa Banjaran Wetan Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung terendam banjir bandang akibat luapan Sungai Citalutug tadi malam. 

Banjir Bandang Landa tiga RT di Kampung  Bojongpulus Banjaran Puluhan Rumah Warga Terendam

INILAHKORAN,Soreang - Puluhan rumah di Kampung Bojongpulus Desa banjaran Wetan Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung terendam banjir bandang akibat luapan Sungai Citalutug tadi malam. 

Meski air telah surut, namun ratusan Kepala Keluarga (KK) belum bisa kembali ke rumah masing-masing karena masih tergenang lumpur sisa banjir semalam.

"Air masuk ke pemukiman kemarin sekitar pukul 17.30 WIB dengan ketinggian antara 70 cm hingga 2 meter. Ini akibat luapan air dari Sungai Citalutug. Aliran sungai ini berasal dari arah Kecamatan Arjasari yang melintas ke kampung kami," kata salah seorang tokoh masyarakat Kampung Bojongpulus, Abdulah kepada Inilahkoran.id, Rabu 6 November 2024.

Menurut Abdulah, banjir bandang tersebut, sedikitnya merendam 80 an rumah warga yang dihuni oleh ratusan jiwa. Banjir bandang ini merendam rumah-rumah warga yang berada di RT 3,4 dan 5 di RW 2 Desa Banjaran Wetan. Kata dia, saat kejadian banyak warga yang tak sempat menyelamatkan harta benda miliknya, karena hujan deras yang terjadi sejak siang itu mengakibatkan banjir yang datang tiba-tiba.

"Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dan juga bahan makanan. Semuanya terendam air, tidak sempat diselamatkan. Air mulai surut sekitar pukul 21.00 WIB, dan sekarang masih menyisakan genangan serta lumpur," ujarnya.

Sejak malam tadi, kata Abdulah, ia dan warga lainnya menyelamatkan diri dengan mengungsi ke rumah-rumah sanak saudara yang tidak terendam air. Tadi malam pun sempat ada satu keluarga yang terjebak air di dalam rumahnya, namun berhasil diselamatkan oleh petugas dan warga lainnya.

"Sampai sekarang kami masih di tempat ngungsi. Soalnya meskipun air sudah surut, tapi genangan air dan lumpur masih ada, yah mungkin hari ini kami akan bersih-bersih rumah, semoga saja tidak ada banjir susulan," ujarnya. 

Abdulah melanjutkan, karena semua barang berharga, pakaian  dan bahan makanan rusak terendam air dan hanyut. Saat ini warga membutuhkan bantuan berupa pakaian bersih, makanan dan obat-obatan. Terlebih, warga korban banjir ini juga terdapat beberapa anak balita dan lansia. 

"Kami membutuhkan bantuan makanan siap saja. Kemudian juga pakaian bersih, soalnya yang ada di rumah rusak dan hanyut semuanya," katanya.

Selain barang berharga, pakaian dan bahan makanan, lanjut Abdulah, ternak peliharaan milik warga pun banyak yang tak terselamatkan. Diantaranya, ratusan ekor itik, entok, domba dan ternak lainnya yang mati dan hanyut terbawa air.

"Ternak milik  warga juga banyak yang mati dan hanyut ke sungai. Diantaranya 9 ekor domba milik pak Arif, lalu 5 ekor domba punya pak Wawan. Kemudian ada juga ratusan itik dan entok, ayam dan ternak lainnya yang mati atau hanyut ke sungai," ujarnya.


Editor : Ahmad Sayuti