Barcelona Vs Aston Villa: Badai Blaugrana
PARA pendukung Barcelona harus selali ‘senam jantung’ ketika menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga di Liga Champions musim ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Belakangan ini, setiap pertandingan yang dilakoni Azulgrana di pentas Eropa justru menghadirkan kecemasan yang sama: berapa lama Barcelona mampu bertahan sebelum gawang mereka kebobolan? Masalah ini bukan lagi sekadar kebetulan.
Barcelona tengah menghadapi persoalan serius yang perlahan menggerogoti kepercayaan diri mereka di panggung Eropa.
Bukan hanya soal rapuhnya pertahanan, tetapi juga kebiasaan memulai pertandingan dalam posisi tertinggal yang membuat perjalanan mereka semakin berat.
Kini, di bawah arahan Hansi Flick, Blaugrana harus segera menemukan jawaban.
Terlebih, mereka akan menghadapi Aston Villa dalam pertandingan krusial di Camp Nou, Rabu (4/11) dini hari WIB.
Kekalahan menyakitkan 4-2 dari Paris Saint-Germain masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Barcelona dituntut bangkit sekaligus menghapus keraguan yang semakin besar terhadap kemampuan mereka bersaing di Liga Champions.
“Ini pekan yang berat bagi kami.
Tidak ada tempat yang lebih baik untuk bangkit selain Camp Nou, di depan para pendukung sendiri,” ujar penyerang Fermin Lopez.
Ada satu kebiasaan buruk yang kini menjadi momok bagi Barcelona: kebobolan lebih dahulu.
Statistik yang diungkap Mundo Deportivo memperlihatkan betapa seriusnya persoalan tersebut. Dari 12 pertandingan terakhir Barcelona di Liga Champions, mereka sembilan kali kebobolan gol pembuka.
Artinya, dalam sebagian besar pertandingan, Barcelona harus memulai perjuangan dengan beban tertinggal.
Para pemain dipaksa bekerja lebih keras, mengubah strategi di tengah pertandingan, sekaligus menghadapi tekanan psikologis untuk segera menyamakan kedudukan.
Situasi seperti ini tentu menguras energi, baik secara fisik maupun mental.
Barcelona sebenarnya masih mampu menunjukkan karakter menyerang mereka.
Musim ini, Raphinha membuka keunggulan ketika menghadapi Feyenoord dalam kemenangan 5-1.
Musim sebelumnya, Lamine Yamal mencetak gol pertama saat melawan Atletico Madrid pada leg kedua, sementara Raphinha melakukan hal serupa ketika menghadapi Newcastle.
Namun, tiga pertandingan tersebut justru menjadi pengecualian di tengah rangkaian laga yang lebih sering diawali dengan penderitaan.
Paris Saint-Germain, Galatasaray, Atletico Madrid, Newcastle, Copenhagen, Slavia Praha, Eintracht Frankfurt, Chelsea, hingga Club Brugge pernah membuat Barcelona berada dalam situasi tertinggal lebih dahulu.
Bagi sebuah tim dengan sejarah dan ambisi sebesar Barcelona, catatan tersebut jelas mengkhawatirkan. Mereka memiliki kualitas untuk membalikkan keadaan, tetapi terlalu sering mengejar ketertinggalan bukanlah fondasi ideal untuk memburu trofi sebesar Liga Champions.
Persoalan Barcelona ternyata tidak berhenti pada kebiasaan kebobolan lebih dahulu. Ada catatan lain yang bahkan lebih mengkhawatirkan: mereka sudah 18 pertandingan beruntun gagal menjaga gawang tetap bersih di Liga Champions.
Terakhir kali Barcelona mencatatkan clean sheet di kompetisi Eropa adalah ketika menghancurkan Borussia Dortmund 4-0 pada leg pertama perempat final dua musim lalu.
Sejak saat itu, selalu ada gol lawan yang berhasil menembus pertahanan Blaugrana. Olympiakos, Paris Saint-Germain, Newcastle, Inter Milan, hingga Borussia Dortmund pada leg kedua perempat final menjadi bagian dari rangkaian panjang tersebut.
Catatan ini menggambarkan persoalan yang lebih dalam daripada sekadar kesalahan individu. Ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan Flick untuk membuat lini belakang kembali solid dan memberikan rasa aman kepada para pemainnya.
“Kami harus terus berbenah dan itu hal yang pasti. Saya rasa semua pemain paham apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan segala kelemahan,” lugas Hansi Flick.
Ujian Berat Tantangan berikutnya datang dari Aston Villa.
Klub Inggris tersebut bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Mereka telah mencetak 12 gol dalam tiga pertandingan pertama turnamen ini, sebuah gambaran betapa berbahayanya lini serang yang akan dihadapi Barcelona.
Bagi Flick, pertandingan ini bukan hanya tentang meraih kemenangan. Ini juga menjadi kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan diri tim, memperbaiki organisasi pertahanan, dan membuktikan bahwa Barcelona masih mampu mengendalikan pertandingan sejak menit pertama.
Para pendukung tentu ingin melihat Blaugrana kembali bermain dengan keberanian dan ketenangan yang selama ini menjadi identitas mereka.
Liga Champions tidak memberikan banyak ruang untuk kesalahan. Satu kelengahan bisa mengubah segalanya, sementara satu kebiasaan buruk yang terus berulang bisa menghancurkan mimpi besar.
Kini, Barcelona tidak hanya membutuhkan gol dan kemenangan. Mereka membutuhkan kembali rasa percaya diri, ketangguhan mental, dan pertahanan yang mampu membuat para pendukungnya merasa tenang. (bsf )
HEAD TO HEAD | 26/01/83 Aston Villa 3-0 Barcelona (ET) | 19/01/83 Barcelona 1-0 Aston Villa 15/03/78 Barcelona 2-1 Aston Villa | 01/03/78 Aston Villa 2-2 Barcelona
5 LAGA TERAKHIR BARCELONA • 01/11/26 Barcelona 6-1 Alaves • 26/10/26 Barcelona 1-2 Real Madrid • 21/10/26 PSG 4-2 Barcelona • 17/10/26 Real Betis 2-5 Barcelona • 14/10/26 Galatasaray 1-4 Barcelona
5 LAGA TERAKHIR ASTON VILLA 01/11/26 • Aston Villa 1-1 Fulham 29/10/26 • Bournemouth 3-0 Aston Villa 24/10/26 • Aston Villa 2-1 Man City 22/10/26 • Aston Villa 3-1 Viking FK 17/10/26 • Newcastle 0-1 Aston Villa
Editor : Inilahkoran

