Cegah Bullying Bangun Kepedulian
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Surabaya - Pencegahan perundungan di sekolah tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan pengawasan. Perhatian terhadap perubahan perilaku anak, komunikasi yang terbuka, serta pendampingan yang berkelanjutan menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memperkuat upaya tersebut dengan melibatkan ribuan tenaga pendidik. Sebanyak 3.856 guru kelas dan 283 guru Bimbingan Konseling (BK) disiapkan untuk mendampingi perkembangan peserta didik sekaligus mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Kepala Disdik Kota Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, pencegahan perundungan perlu dimulai dari pembiasaan perilaku positif dalam keseharian di sekolah. Anak perlu dibiasakan saling menghargai, mampu mengelola emosi, dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui penguatan pendidikan karakter dalam Program Sekolahe Arek Suroboyo. Program ini menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam interaksi antarpeserta didik.
Namun, pendampingan anak tidak berhenti ketika kegiatan belajar di sekolah selesai. Menurut Febrina, orang tua juga memiliki peran penting karena mereka dapat melihat perubahan perilaku anak saat berada di rumah.
Karena itu, komunikasi antara guru dan wali murid perlu berlangsung secara rutin. Hubungan tersebut tidak seharusnya hanya terjalin ketika pembagian rapor atau saat muncul persoalan besar.
Jika menemukan perubahan perilaku anak, guru maupun orang tua diharapkan segera saling berkomunikasi. Langkah tersebut memungkinkan kondisi anak dipahami lebih awal sebelum persoalan berkembang lebih jauh.
Komunikasi bisa dilakukan melalui telepon, pesan singkat, maupun pertemuan langsung. Dengan pertukaran informasi yang baik, guru dan orang tua dapat menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Febrina menilai keberadaan 3.856 guru kelas dan 283 guru BK menjadi bagian penting dalam membangun pengawasan berkesinambungan. Guru dapat mengamati interaksi serta perilaku peserta didik selama berada di sekolah, sementara orang tua memberikan gambaran perkembangan anak di rumah. (gin)
Editor : Inilahkoran

