SMART KKI, Cara Baru Mengawal Belanja Daerah

SMART KKI, Cara Baru Mengawal Belanja Daerah
SMART KKI: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan jajaran kepala perangkat daerah saat meluncurkan SMART KKI di Swissbell Hotel Bogor, Senin (2/11) sore.(INILAH/RIZKI MAULUDI)

INILAH, Bogor - Setiap rupiah dalam anggaran daerah perlu dipastikan penggunaannya. Bukan hanya terserap, tetapi juga tercatat, terpantau, dan dapat dipertanggungjawabkan. Upaya itulah yang ingin diperkuat Pemerintah Kota Bogor melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan daerah.

Salah satu langkahnya diwujudkan melalui peluncuran Sistem Monitoring Akselerasi Realisasi Transaksi Kartu Kredit Indonesia (SMART KKI) di Swiss-Belhotel Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Senin (2/11).

Inovasi yang diinisiasi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor bersama Bank BJB ini dirancang untuk memudahkan pemerintah daerah memantau transaksi belanja menggunakan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Melalui sistem tersebut, informasi transaksi diharapkan dapat diakses lebih cepat, akurat, dan mudah dipantau.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, SMART KKI menjadi instrumen monitoring sekaligus pengendalian transaksi belanja daerah. Kehadirannya diharapkan memperkuat pengawasan dan mendorong ketertiban administrasi di lingkungan perangkat daerah.

"Inovasi ini dirancang sebagai instrumen monitoring dan pengendalian transaksi belanja daerah melalui Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), sehingga pemerintah daerah dapat memperoleh informasi transaksi secara lebih cepat, akurat, dan mudah dipantau," ungkap Dedie kepada wartawan, Senin (2/11) sore.

Melalui sistem ini, transaksi KKPD dapat dilakukan dengan tiga metode pembayaran, yakni QRIS, kartu kredit fisik, dan pembayaran daring atau online payment. Ragam metode tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan transaksi digital dalam belanja pemerintah.

(rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran