Purnabakti Bukan Akhir Pengabdian

SEBANYAK 23 PNS Pemkot Bogor memasuki masa purnabakti. Pengabdian boleh usai, karya terus berlanjut.

Purnabakti Bukan Akhir Pengabdian
BERI APRESIASI: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memberikan apresiasi kepada 23 PNS yang purnabakti pada November 2026 di kantor DKPP Kota Bogor, Senin (2/11).(INILAH/RIZKI MAULUDI)

Puluhan tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) akhirnya sampai di garis akhir. Namun, bagi 23 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, masa purnabakti bukan berarti berhenti berkarya.

Ada yang akan kembali ke dunia pendidikan, mengurus koperasi, hingga menekuni kegiatan lain setelah bertahun-tahun menjalankan tugas pemerintahan.

Apresiasi atas perjalanan panjang itu diberikan dalam Apel Pelepasan Purnabakti PNS November 2026 yang dipimpin Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (2/11).

Sebanyak 23 PNS memasuki masa purnabakti. Dua di antaranya merupakan pejabat eselon II, yakni Deni Hendana, yang terakhir menjabat Staf Ahli Wali Kota Bogor Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan pada Setda Kota Bogor, serta Dody Ahdiat, mantan Kepala DKPP Kota Bogor.

Selain itu, terdapat PNS dari sejumlah perangkat daerah, termasuk delapan guru dan tiga pengawas. Mereka datang dari bidang pengabdian berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: telah menghabiskan sebagian besar perjalanan hidup untuk menjalankan tugas pelayanan publik.

Dedie menyampaikan apresiasi atas pengabdian para PNS tersebut. Menurut dia, masa kerja sebagian besar di antara mereka telah melampaui dua dekade, bahkan ada yang mencapai 40 tahun.

"Rata-rata pengabdian di atas 20 tahun, yang terlama itu 40 tahun. Jadi luar biasa, terima kasih. Pengabdian ini dilakukan mau hujan, mau badai, mau panas, mau situasi apapun, tugas itu menjadi prioritas. Bapak-Ibu meninggalkan keluarga dalam kondisi apapun dan komitmen untuk terus hadir," kata Dedie.

Pengabdian para guru mendapat perhatian tersendiri. Dedie mengapresiasi mereka yang tetap hadir di tengah siswa dalam berbagai situasi demi menjaga keberlangsungan pendidikan. Profesionalisme, ketulusan, dan keikhlasan menjadi bagian dari perjalanan panjang para tenaga pendidik tersebut.

(rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran