Pilar Whoosh Hambat Drainase
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Setiap musim hujan, kawasan Cibaduyut di perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung kembali dihantui banjir.
Di balik genangan yang berulang, ada persoalan drainase yang belum tuntas, mulai dari tumpukan sampah hingga saluran air yang terhambat konstruksi pilar kereta cepat Whoosh.
Temuan itu terungkap saat Pemerintah Provinsi Jawa Barat meninjau sejumlah titik rawan banjir di kawasan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan aliran air tersumbat, menyempit, bahkan terputus sehingga tidak dapat mengalir optimal menuju sungai.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, terdapat dua persoalan utama yang memicu banjir, yakni sampah yang memenuhi saluran dan sungai serta konstruksi drainase yang tidak terhubung akibat keberadaan pilar KCIC.
"Di Cibaduyut, di wilayah Kota Bandung-nya. Ada drainase yang mentok, di sana ada pilar KCIC. Makanya kami akan minta KCIC drainasenya disambungkan ke sungai yang kurang lebih di sana paling 20 meteran kok, enggak jauh," ujar Herman, Senin (2/11).
Menurut dia, saluran yang buntu membuat air hanya berputar di satu titik tanpa memiliki jalur pembuangan. Ketika hujan deras, air pun meluap hingga ke jalan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan KCIC dan pemerintah daerah terkait pembangunan drainase penghubung menuju sungai. Pengerjaannya ditargetkan masuk dalam penganggaran 2027.
Sementara itu, penanganan tumpukan sampah mulai dilakukan. Lebih dari 100 petugas gabungan dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung dikerahkan untuk membersihkan sungai serta saluran air. Pembersihan di wilayah Kota Bandung telah rampung, sedangkan Kabupaten Bandung membutuhkan tambahan waktu sekitar satu hari.
(yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran

