Potensi Bencana Meningkat: Siaga Dini Lindungi Diri

HUJAN deras dan angin kencang mengintai Kota Bogor. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana.

Potensi Bencana Meningkat: Siaga Dini Lindungi Diri
POHON TUMBANG: Tim BPBD Kota Bogor saat menangani bencana alam pohon tumbang di wilayah Kota Bogor beberapa waktu lalu. BPBD Kota Bogor menyampaikan peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.(INILAH/RIZKI MAULUDI)

Oleh : Rizki Mauludi

Langit Kota Bogor belakangan kerap diselimuti mendung.Hujan berintensitas tinggi yang datang bersama angin kencang bukan sekadar membuat aktivitas warga terganggu, tetapi juga membawa ancaman bencana. Pohon tumbang, atap rumah beterbangan, hingga tanah longsor menjadi risiko yang perlu diwaspadai.

Menghadapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Terlebih, potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih perlu diantisipasi seiring peningkatan fase curah hujan di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan adanya peningkatan curah hujan, mulai dari intensitas rendah, menengah, hingga tinggi.

"Karena itu masyarakat diimbau untuk lebih peka mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing.

Jika angin kencang dan hujan deras, risikonya adalah pohon tumbang atau atap rumah berterbangan. Untuk wilayah rawan perbukitan, ada potensi tanah longsor," ungkap Dimas pada Senin (2/11).

Ancaman bencana di Kota Bogor tidak hanya berkaitan dengan angin kencang dan longsor. Karakteristik banjir di sejumlah wilayah juga perlu diperhatikan.

Dimas menyebut, salah satu kejadian yang kerap muncul adalah banjir lintasan, yakni genangan yang biasanya surut beberapa jam setelah hujan mereda.

Meski genangan tidak berlangsung lama, masyarakat tetap diminta berperan menjaga lingkungan, terutama memastikan saluran air tidak tersumbat sampah.

Kondisi drainase yang terpelihara menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko genangan.

BPBD juga mengingatkan warga agar lebih berhati- hati ketika beraktivitas di luar rumah saat hujan deras. Pengendara diminta tidak berteduh atau memarkirkan kendaraan di bawah pohon rindang karena berisiko tertimpa dahan maupun batang pohon yang tumbang.

"Sebagai langkah pencegahan, BPBD memberikan sejumlah instruksi keselamatan bagi masyarakat.

Pengendara diimbau agar tidak berteduh atau memarkirkan kendaraan di bawah pohon rindang saat hujan deras berlangsung.

Jika jarak pandang di jalan raya terbatas, pengendara disarankan untuk menepi di lokasi yang aman," paparnya.

Peringatan serupa berlaku bagi pejalan kaki. Mereka diminta menghindari bangunan atau titik perlindungan yang berpotensi roboh serta menjauhi area terbuka ketika terdapat ancaman sambaran petir.

Di tengah potensi cuaca ekstrem, kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Kepedulian dan gotong royong warga juga dibutuhkan untuk mengenali bahaya sejak dini serta menyampaikan informasi ketika terjadi keadaan darurat.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan hingga tingkat lingkungan, BPBD Kota Bogor terus membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana).

Hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 39 Keltana telah terbentuk di seluruh wilayah Kota Bogor. (gin)


Editor : Inilahkoran