Begini Kondisi YTR, Adik Korban Sebut Pelaku Kendalikan Seluruh Akses Komunikasi

Adik korban penyepakan mengaku kondisi korban YTR saat ini masih dirawat dan selama ini alat komunikasi kakaknya dipegang oleh pelaku

Begini Kondisi YTR, Adik Korban Sebut Pelaku Kendalikan Seluruh Akses Komunikasi
Adik korban penyekapan, memperilhatkan foto YTR saat diwisuda dulu. Dia menceritakan kondisi terkini korban, dan meminta doa untuk kesembuhan kakaknya.

INILAHKORAN.ID – Syahrul Ulum (26), warga Perumahan Permata Hijau, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengungkapkan kondisi terkini kakaknya, YTR (Yupita Tri Rezeki), yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Menurut Syahrul, selama ini pihak keluarga sempat kehilangan kontak dengan korban dan pernah berupaya mencarinya melalui media sosial. Namun, keluarga sempat menerima kabar yang menyatakan bahwa korban dalam keadaan baik-baik saja.

“Keluarga sempat mencari Teteh melalui media sosial karena tidak ada kabar. Tapi kemudian ada pesan yang menyampaikan agar keluarga tidak mencari-cari lagi karena katanya Teteh sudah dewasa dan baik-baik saja. Dari situ keluarga mengira kondisi Teteh aman,” ujar Syahrul, saat ditemui di rumahnya, Senin (22/6/2026).

Ia menegaskan, sebelum korban menghilang tidak pernah terjadi pertengkaran maupun masalah dengan keluarga yang dapat memicu korban meninggalkan rumah.

Kabar mengenai kondisi korban baru diterima keluarga menjelang waktu Magrib setelah seseorang menelepon dan mengaku sebagai pihak yang menyelamatkan korban. Saat itu keluarga diberitahu bahwa YTR mengalami kecelakaan dan sedang berada di rumah sakit.

“Orang yang menelepon mengaku telah menyelamatkan Teteh dan mengatakan bahwa motor serta handphone korban ada padanya. Setelah itu keluarga langsung menuju rumah sakit,” katanya.

Saat pertama kali melihat korban di rumah sakit, Syahrul menyebut kondisi kakaknya sangat kritis.

“Kondisinya sangat parah, wajahnya mengalami luka berat dan terdapat banyak darah yang sudah mengering. Saat itu Teteh belum sadar dan dirawat di ICU,” tuturnya.

Saat ini korban telah dipindahkan dari ICU ke ruang isolasi dan mulai dapat berkomunikasi dengan keluarga. Meski demikian, kondisi fisiknya masih lemah sehingga belum banyak berbicara.

Menurut Syahrul, kalimat pertama yang disampaikan korban setelah sadar adalah permintaan maaf kepada keluarga.

“Teteh hanya meminta maaf kepada keluarga. Komunikasi sudah bisa dilakukan, tetapi beliau tidak banyak bicara karena masih merasakan sakit akibat luka yang dialaminya,” ujar dia.

Syahrul juga mengungkapkan bahwa informasi mengenai dugaan penyiksaan diperoleh langsung dari korban setelah sadar. Namun pihak keluarga memilih tidak menggali terlalu jauh terkait detail kejadian karena khawatir dapat memperburuk kondisi psikologis maupun kesehatan korban.

Terkait terduga pelaku berinisial TH, Syahrul mengaku tidak mengenalnya secara dekat. Ia hanya pernah bertemu satu kali ketika korban memperkenalkan pria tersebut kepada keluarga sekitar tahun 2023.

“Saya tidak mengenal dekat. Hanya pernah diperkenalkan sekali oleh Teteh saat datang ke rumah,” katanya.

Berdasarkan cerita yang diketahuinya, korban dan terduga pelaku pertama kali berkenalan dalam sebuah acara konser musik di Kota Bandung.

Syahrul juga mengungkapkan dugaan bahwa selama korban berada bersama terduga pelaku, korban tidak diperbolehkan memegang telepon genggam. Karena itu, ia menduga seluruh pesan yang selama ini diterima keluarga dan menyatakan korban dalam keadaan baik-baik saja bukan dikirim langsung oleh korban.

“Menurut pengakuan Teteh, selama bersama pelaku dia tidak diberi akses menggunakan handphone. Jadi kemungkinan yang menghubungi keluarga selama ini adalah pelaku,” ujarnya.

Selain itu, keluarga juga mengetahui bahwa korban sudah sekitar satu tahun tidak bekerja. Sebelumnya korban bekerja di kawasan Pasteur, Kota Bandung, dan rutin pulang ke rumah setiap akhir pekan. Namun suatu waktu korban tiba-tiba tidak dapat dihubungi.

Ketika keluarga mendatangi tempat kos dan lokasi kerja korban, mereka mendapat informasi bahwa seseorang yang mengaku sebagai suami korban pernah datang untuk mengurus pengunduran diri korban dari tempat kerja.

Atas kejadian tersebut, Syahrul berharap masyarakat turut mendoakan kesembuhan kakaknya sekaligus membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan terduga pelaku.

“Saya memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar kakak saya diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran menjalani operasi maupun pengobatan. Untuk pelaku, apabila ada yang mengetahui keberadaannya, mohon segera melaporkan atau menyampaikan informasi melalui media sosial maupun kepada pihak berwenang. Kami berharap pelaku segera tertangkap agar tidak ada korban lain,” katanya.


Editor : Ahmad Sayuti