Benarkah Musik Bisa Menenangkan Anjing dan Kucing? Ini Penjelasan Peneliti

Penelitian menunjukkan musik klasik dapat membantu menenangkan anjing dan kucing. Namun, tidak semua genre musik memberikan efek relaksasi yang sama.

Benarkah Musik Bisa Menenangkan Anjing dan Kucing? Ini Penjelasan Peneliti
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Banyak pemilik hewan peliharaan kini memutar playlist khusus di media sosial atau layanan musik untuk membantu menenangkan anjing dan kucing mereka. Cara ini dipercaya mampu mengurangi kecemasan saat hewan ditinggal sendirian, bepergian, atau menjalani pemeriksaan di klinik hewan. Lantas, benarkah musik dapat memberikan efek relaksasi pada hewan?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa musik tertentu memang dapat membantu menurunkan tingkat stres pada beberapa jenis hewan. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada jenis musik yang diputar dan karakter masing-masing hewan.

musik klasik Terbukti Membantu Mengurangi Stres

Salah satu penelitian dari Queen's University Belfast menemukan bahwa musik klasik mampu membantu meredakan stres akut pada anjing, terutama ketika berada dalam situasi yang memicu kecemasan, seperti perjalanan jauh menggunakan mobil atau saat berkunjung ke dokter hewan.

Efek serupa juga dilaporkan pada kucing, bahkan pada beberapa satwa di kebun binatang seperti gajah dan gorila.

Para peneliti menjelaskan bahwa musik dengan nada harmonis dapat membantu menurunkan kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan stres. Dampaknya terlihat dari detak jantung yang lebih stabil, pola pernapasan yang lebih tenang, serta berkurangnya perilaku gelisah atau agresif.

Tidak Semua Genre Musik Memberikan Efek yang Sama

Meski musik klasik sering dianggap paling efektif, para ahli menegaskan bahwa tidak semua jenis musik mampu memberikan efek relaksasi.

Musik yang cenderung menenangkan biasanya memiliki karakteristik berikut:

1. Tempo lambat, sekitar 50–60 ketukan per menit (beats per minute/BPM).
2. Melodi sederhana dan tidak terlalu kompleks.
3. Minim suara perkusi atau dentuman keras.

Selain musik klasik, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa genre seperti reggae dan soft rock dengan tempo lembut dapat membantu menenangkan anjing, khususnya di lingkungan penampungan.

Sebaliknya, musik bertempo cepat, suara yang terlalu keras, maupun buku audio (audiobook) tidak menunjukkan manfaat yang sama. Bahkan, suara yang terlalu riuh berpotensi membuat hewan semakin tidak nyaman karena kemampuan pendengaran mereka jauh lebih sensitif dibandingkan manusia.

Respons Setiap Hewan Bisa Berbeda

Para peneliti menekankan bahwa setiap hewan memiliki tingkat sensitivitas pendengaran dan respons biologis yang berbeda.

Ada anjing atau kucing yang tampak lebih rileks saat mendengarkan musik klasik, tetapi ada pula yang tidak menunjukkan perubahan berarti. Karena itu, pemilik disarankan mencoba beberapa jenis musik secara bertahap sambil mengamati respons hewan peliharaannya.

Jika hewan tampak lebih tenang, berbaring santai, atau tidur lebih nyenyak, kemungkinan jenis musik tersebut cocok untuknya. Sebaliknya, jika terlihat gelisah, menjauh dari sumber suara, atau menunjukkan tanda-tanda stres, sebaiknya hentikan pemutaran musik dan coba pilihan lain.

Musik Bukan Pengganti Perawatan

Musik dapat menjadi salah satu cara membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi hewan peliharaan, terutama saat menghadapi situasi yang memicu kecemasan. Namun, musik bukan pengganti perawatan medis atau penanganan perilaku apabila anjing atau kucing mengalami stres berkepanjangan.

Mengombinasikan lingkungan yang tenang, rutinitas yang konsisten, perhatian dari pemilik, serta konsultasi dengan dokter hewan bila diperlukan tetap menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental hewan peliharaan.***


Editor : JakaPermana