Berikut 4 Selebriti yang Bisa Mempengaruhi Hukum dan Undang-undang Negara Korea Selaran, Salah Satunya BTS
Ada 4 selebriti yang bisa mengubah hukum dan undang-undang negara Korea Selaran, diantaranya, BTS, Lee Seung Gi, Go0 Hara dan Sulli.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.COM, Bandung - hukum negara biasanya diatur oleh pemerintah, namun di Korea Selatan, artis bisa mengubah undang-undang negara.
Di luar dunia hiburan, idola dan aktor Korea juga dikenal karena pengaruhnya di berbagai bidang, termasuk gaya hidup, makanan, dan mode.
Namun terkadang, dampaknya meluas ke wilayah politik, bahkan berdampak langsung pada peraturan perundang-undangan dan hukum negara Korea Selatan.
Selama dekade terakhir, undang-undang Korea Selatan telah mengalami beberapa perubahan dan penambahan yang tidak konvensional, semua karena artis arus utama.
Berikut adalah empat selebritas penting yang mempengaruhi undang-undang Korea Selatan dan kisah latar belakang mereka yang pahit.
1. Sulli
Pada tahun 2019, member girl grup f(X) Sulli meninggal secara tragis pada usia 25 tahun.
Penyanyi itu dikatakan sedang berjuang melawan depresi berat dan secara rutin menjadi sasaran fitnah online karena sikapnya yang blak-blakan.
Kematiannya yang terlalu dini membuka diskusi serius tentang cyberbullying.
Setelah kematiannya, tujuh petisi diposting di situs kantor kepresidenan Korea Selatan yang menuntut hukuman yang lebih ketat bagi pelaku intimidasi online dan memperkuat penggunaan sistem nama asli saat memposting komentar dan membuat akun.
Dengan berkembangnya wacana publik seputar kematian dan penderitaan Sulli, kalangan politik Korea Selatan mulai memberikan perhatian terhadap isu tersebut.
Selama audit umum Komisi Komunikasi Korea, sebuah rancangan undang-undang bernama 'UU Sulli' disebutkan, yang mengusulkan bahwa pengguna internet akan dipaksa untuk menggunakan nama asli secara online saat memposting komentar.
Tujuannya adalah untuk melawan komentar jahat dengan memberikan lebih banyak akuntabilitas.
Selain itu, usulan legislatif lain dibuat untuk mengamandemen sebagian undang-undang tentang Promosi Pemanfaatan Jaringan Informasi dan Komunikasi dan Perlindungan Informasi, yang mewajibkan penyedia layanan informasi dan komunikasi untuk menghapus komentar kebencian dari platform mereka.
Sayangnya, 'UU Sulli' tidak dapat disahkan melalui sidang penuh sebelum berakhirnya Majelis Nasional ke-20 dan akhirnya dibatalkan.
2. Goo Hara
Goo Hara adalah member girl grup Kara yang juga seorang aktris terkenal.
Seperti temannya Sulli, kehidupan Goo Hara juga berakhir singkat hanya dalam usia 28 tahun.
Kematiannya, yang terjadi hanya sebulan setelah kematian Sulli, dianggap sebagai kasus bunuh diri.
Penyanyi itu menjadi korban pelecehan dan kejahatan seksual yang dilakukan mantan pacarnya.
Kematiannya memicu kemarahan atas kurangnya perlindungan hukum terhadap perempuan dari kejahatan seksual, seperti krisis Molka (gambar dan rekaman voyeuristik perempuan yang ditangkap secara ilegal melalui kamera mata-mata) di Korea Selatan.
Masyarakat bahkan mengajukan petisi ke Gedung Biru, menuntut hukuman yang lebih berat bagi mereka yang merekam tindakan seksual tanpa persetujuan.
Topik penting lainnya yang menyita perhatian publik pasca meninggalnya Goo Hara adalah hukum waris Korea Selatan.
Goo Ho In, saudara laki-laki penyanyi tersebut, mempelopori proposal legislatif yang disebut 'undang-undang Goo Hara', yang menyerukan amandemen terhadap undang-undang warisan negara.
Berdasarkan hukum Korea, orang tua berhak atas aset anak-anak mereka yang telah meninggal meskipun mereka tidak membesarkan atau menafkahi anak-anak tersebut.
Setelah kematian Goo Hara, ibunya yang terasing diduga muncul di pemakaman, mencoba untuk menegaskan haknya atas harta milik mendiang bintang tersebut.
Goo Ho In mengajukan gugatan terhadap ibunya dan juga mengajukan petisi untuk undang-undang tersebut, yang mencegah klaim orang tua atas aset anak-anak mereka jika mereka mengabaikan tugas sebagai orang tua.
Hanya dalam waktu 17 hari, petisi tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan dan akhirnya disahkan pada Desember 2020.
Namun petisi tersebut tidak dapat diterapkan pada penyelesaian harta warisan penyanyi tersebut karena keputusan tersebut dibuat sebelum UU tersebut disahkan.
Terlepas dari itu, Goo Ho In menganggap tindakan tersebut sebagai 'hadiah terakhir' untuk saudara perempuannya.
3. BTS
Pada bulan Desember 2020, Majelis Nasional meloloskan amandemen undang-undang mengenai wajib militer, yang menciptakan peluang bagi idola pria untuk menunda wajib militer jika mereka memenuhi standar tertentu.
Amandemen tersebut, yang secara luas disebut sebagai 'undang-undang BTS', diperkenalkan pada bulan September 2020, menyusul kesuksesan internasional yang besar dari single BTS, 'Dynamite'.
Berdasarkan undang-undang Korea Selatan, semua laki-laki berbadan sehat diwajibkan untuk mendaftar wajib militer selama 18 bulan pada usia 28 tahun.
Namun apa yang disebut 'undang-undang BTS' mengizinkan artis K-Pop untuk menunda wajib militer mereka hingga usia 30 tahun, tetapi hanya jika mereka telah menerima medali dari pemerintah atas kontribusi budaya domestik dan global mereka, seperti Order of Cultural Merit, yang diterima BTS pada tahun 2018.
RUU tersebut disahkan hanya tiga hari sebelum member tertua BTS, Jin berusia 28 tahun, dan memungkinkan grup tersebut untuk aktif selama dua tahun lagi.
Sejauh ini, member BTS menjadi satu-satunya penerima manfaat dari amandemen ini.
Namun, Jin dan J-Hope membatalkan permintaan penundaan mereka dan tengah menjalani wajib militer.
Suga juga telah membatalkan permintaannya, meski dia belum mendaftar wajib militer.
Member BTS lainnya diharapkan segera mengikuti jejak Jin, J-Hope dan Suga.
4. Lee Seung Gi
Penyanyi dan aktor Lee Seung Gi menjadi berita utama tahun 2022 lalu setelah mantan agensinya, Hook Entertainment, terungkap karena telah mengeksploitasinya di bawah 'kontrak budak' selama 18 tahun.
Pada bulan Desember 2022, penyanyi tersebut mengajukan gugatan terhadap perusahaan tersebut, dengan tuduhan pencurian gaji dan penipuan.
Meskipun karir musiknya sangat sukses, dia tidak memiliki pendapatan musik digital selama 18 tahun dia menandatangani kontrak di bawah agensi tersebut.
Agensi akhirnya membayar hutang mereka kepada penyanyi tersebut, yang berjumlah sekitar ₩4,10 miliar KRW (sekitar $3,09 juta USD).
Menyusul kontroversi ini, legislatif Korea Selatan mengeluarkan undang-undang pada bulan April 2023, berjudul 'undang-undang Pencegahan Krisis Lee Seung Gi', untuk melindungi para selebriti dari kontrak yang eksploitatif dengan meningkatkan transparansi keuangan.
Salah satu persyaratan baru terbesar yang dikenakan undang-undang ini kepada agensi hiburan K-Pop adalah mereka harus mengungkapkan laporan pendapatan mereka kepada idola mereka setidaknya setahun sekali, selain kapan pun artis memintanya.
Selain transparansi finansial, RUU baru ini juga memberlakukan beberapa aturan baru pada perusahaan yang mempekerjakan idola di bawah umur, yang bertujuan untuk memperkuat perlindungan mereka.
Aturan-aturan ini termasuk pengurangan jumlah jam kerja maksimum untuk idola di bawah umur, larangan aktivitas yang melanggar hak pendidikan selebriti muda, larangan tindakan yang membahayakan kesehatan mereka, dan mandat untuk mempekerjakan “petugas perlindungan pemuda” di perusahaan hiburan untuk melindungi artis muda.***
Editor : Irma Nurfajri


