Bey Machmudin Minta Tim Akselerasi BRT Metro Jabar Trans Segera Integrasikan Tarif
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta tim akselerasi Bandung Rapid Transit (BRT) Metro Jabar Trans, untuk segera mengintegrasikan tarif angkutan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat bey machmudin meminta tim akselerasi Bandung Rapid Transit (BRT) Metro Jabar Trans, untuk segera mengintegrasikan tarif angkutan.
bey machmudin menjelaskan, berdasarkan ujicoba yang dilakukannya baru-baru ini, kala menggunakan angkutan umum dari Stasiun Bandung ke Gedung Sate.
Didapati bahwa harga tarif angkutan terbilang mahal, sehungga wajar kata dia bila masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi seperti roda dua.
Maka dari itu lanjut bey machmudin, tim akselerasi MJT harus segera mengintegrasikan tarif menjadi satu harga, supaya kehadirannya menjadi bermanfaat bagi masyarakat.
Serta memunculkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik seperti MJT, ketika melakukan mobilitas harian mereka.
"Nah sata minta ke tim percepatan MJT, supaya segera dilakukan terintegrasi tarif atau satu harga," kata bey machmudin di Gedung Sate baru-baru ini.
Selain itu, menurut dia pola yang diterapkan TransJakarta dan Jaklingko dapat diikuti, dimana angkutan kota (angkot) menjadi feeder.
"Kalau perlu sistem Jaklingko dipelajari dan diterapkan betul," ucapnya.
Dia berharap, pada kuartal pertama 2025 ini sudah dapat terjalin kerjasama antara MJT dan angkot. Sehingga integrasi tarif dapat diimplementasikan.
Terlebih komunitas angkot atau Organda kata dia, sudah berkomitmen untuk bersinergi dalam penataan rute angkutan.
"Kalau saya sih ingin segera. Artinya kuartal pertama tahun ini sudah beres. Organda mereka juga commit akan bersinergi dengan program MJT ini, tinggal kami dorong. Termasuk penataan angkot, juga supirnya dan jangan merasa rutenya diambil segala macam. Makanya harus terintegrasi," paparnya.
Bila kerjasama sudah terbangun kata bey machmudin, bisa dipastikan semua pihak akan senang. MJT dapat beroperasi, angkot pun tidak perlu khawatir kehilangan penumpang.
"Itu kan supirnya digaji, mobilnya terpelihara. Kalau misalnya Rp3.500 atau seperti MJT Dipatiukur-Jatinangor, itu masih Rp2 ribu. Kalau itu bisa, mahasiswa (masyarakat) naik angkot akan senang," ucapnya.
Terlebih Gubernur Terpilih Dedi Mulyadi, Wali Kota Bandung Terpilih Muhammad Farhan kata dia juga sudah menyatakan siap mendukung kehadiran transportasi publik.
"Karena, satu cara untuk mendorong transportasi publik adalah terus-terusan (konsisten). Kita jangan berubah lagi," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

