BGN Tegaskan 62 Dapur Bermasalah Hanya Sebagian Kecil dari 25 Ribu MBG

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut jumlah tersebut hanya sebagian kecil dibandingkan lebih dari 25 ribu SPPG yang saat ini beroperasi secara nasional.

BGN Tegaskan 62 Dapur Bermasalah Hanya Sebagian Kecil dari 25 Ribu MBG
BGN Tegaskan 62 Dapur Bermasalah Hanya Sebagian Kecil dari 25 Ribu MBG

INILAHKORAN.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa kasus 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dihentikan sementara tidak mencerminkan keseluruhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut jumlah tersebut hanya sebagian kecil dibandingkan lebih dari 25 ribu SPPG yang saat ini beroperasi secara nasional.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi sorotan karena viral di media sosial, meski mayoritas pelaksana program justru berjalan dengan baik.

“Yang 62 ini menjadi perhatian karena viral, padahal sebagian besar SPPG lainnya menjalankan program sesuai ketentuan,” kata Dadan.

Ia menyebut fenomena ini sebagai “vocal minority”, di mana jumlah kecil justru mendominasi perhatian publik, sementara kinerja baik dari mayoritas penyelenggara belum banyak terekspos.

BGN berharap ke depan jumlah pelanggaran dapat terus ditekan sehingga laporan yang muncul lebih mencerminkan kondisi mayoritas yang positif.

Meski ada pelanggaran, BGN tetap mengedepankan pembinaan terhadap mitra yang belum memenuhi standar, baik dari sisi kualitas makanan, kesesuaian anggaran, maupun kelengkapan administrasi seperti sertifikasi sanitasi.


Editor : Firda Rachmawati