BII: Tarif Sewa Jaringan Operator Telekomunikasi Tetap Rp15.000

PT Bandung Infra Investama (BII) memastikan tarif sewa jaringan operator telekomunikasi tetap berada pada angka Rp15.000.

BII: Tarif Sewa Jaringan Operator Telekomunikasi Tetap Rp15.000
Direktur Utama BII Asep Wawan Dharmawan mengatakan, angka tarif sewa jaringan operator telekomunikasi itu sesuai kesepakatan yang telah dicapai bersama sejumlah perusahaan yang tergabung dalam skema pemanfaatan infrastruktur tersebut. (ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - PT Bandung Infra Investama (BII) memastikan tarif sewa jaringan operator telekomunikasi tetap berada pada angka Rp15.000.

Direktur Utama BII Asep Wawan Dharmawan mengatakan, angka tarif sewa jaringan operator telekomunikasi itu sesuai kesepakatan yang telah dicapai bersama sejumlah perusahaan yang tergabung dalam skema pemanfaatan infrastruktur tersebut.

Menurutnya, tarif sewa tersebut merupakan standar yang telah disepakati sekitar 13 perusahaan jaringan operator telekomunikasi dan dinilai sebagai praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan dan pemanfaatan jaringan bersama.

“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan. Tarif yang ditetapkan merupakan standar, dan best practice yang telah disepakati sekitar 13 perusahaan yang sudah bergabung,” kata Asep, Senin (8/6/2026).

Pihaknya tidak akan melakukan perubahan terhadap tarif yang telah disepakati tersebut. Kepastian harga menjadi penting, bagi para pelaku usaha dalam merencanakan pengembangan jaringan dan investasi ke depan. 

“Kami tidak mungkin mengubah tarif tersebut,” ucapnya.

Meski demikian, Asep menjelaskan terdapat opsi efisiensi biaya yang dapat dilakukan perusahaan pengguna jaringan yaitu melalui skema kolaborasi dalam satu infrastruktur kabel yang sama. 
Dalam sistem tersebut, satu kabel fiber optik memiliki kapasitas core yang dapat digunakan bersama beberapa perusahaan.

“Namun bagi perusahaan yang menginginkan biaya lebih efisien, kami menyarankan untuk berkolaborasi. Dalam satu saluran kabel tersedia banyak core yang bisa digunakan bersama,” ujarnya.

Dengan skema tersebut, beban biaya sewa dapat ditanggung bersama sehingga menjadi lebih ringan tanpa mengubah ketentuan tarif dasar yang telah ditetapkan.

“Jadi tarifnya tetap Rp15.000. Namun apabila satu kabel digunakan bersama oleh beberapa perusahaan, biaya tersebut bisa ditanggung bersama sehingga menjadi lebih ringan,” jelasnya.

Pihaknya juga menyebut, satu kabel fiber optik yang digunakan dalam sistem tersebut memiliki kapasitas hingga 96 core yang memungkinkan pemanfaatan banyak operator sekaligus. “Berapa kapasitas yang tersedia? Satu kabel bisa menampung hingga 96 core,” ujar dia.

Terkait respons para operator, Asep menyampaikan skema berbagi infrastruktur tersebut justru berasal dari kebutuhan para pelaku usaha sendiri. Sejumlah ISP dan operator, telah menyatakan minat memanfaatkan fasilitas jaringan yang disediakan.

“Justru para operator yang meminta kami memfasilitasi kebutuhan mereka untuk menggelar jaringan. Berdasarkan informasi dari Apjatel Jawa Barat, terdapat sekitar 10 ISP bersama MSN Network yang berminat memanfaatkan fasilitas ini. Kami tentu mendukung penuh,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani