BKKBN Jabar Perkuat Konsolidasi Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Jawa Barat
BKKBN Jabar terus memperkuat konsolidasi lintas sektor termasuk bersama pemerintah kota dan kabupaten di Jawa Barat dalam upaya mendorong percepatan penurunan stunting.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung,- Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menggelar Konsolidasi Perencanaan Penurunan Stunting (PPS) Provinsi dan Kabupaten/Kota Jawa Barat yang digelar di Kota Bandung, Kamis, 31 Agustus 2023 lalu.
Kegiatan Konsolidasi merupakan upaya Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang RAN PASTI.
Gelaran Konsolidasi dihadiri lebih dari 110 peserta dari berbagai sektor seperti bidang pemerintahan, kesehatan, akademisi, kemitraan masyarakat, NGO dan swasta.
Berdasarkan data SSGI tahun 2022 terjadi penurunan prevelansi Stunting s di Jawa Barat sebesar 4,3% dari yang tadinya 24,5% menjadi 20,2%.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Fazar Supriadi Sentosa mengungkapkan, Stunting merupakan masalah yang serius dan membutuhkan penyelesaian mulai dari hulu ke hilir, dimulai dari saat kesiapan perempuan menikah sampai anak-anak tumbuh.
Menurut Fazar, isu Stunting terkait erat dengan pertumbuhan fisik anak yang terhambat akibat gizi tidak mencukupi. karenanya memerlukan pendekatan holistik dengan melibatkan berbagai pihak untuk menyelesaikannya.
Fazar berharap dan mengajak peserta untuk ikut dalam aksi konvergensi Jawa Barat Zero New Stunting 2023. “Dari kegiatan Konsolidasi ini diharapkan terciptanya sinergi yang positif, inovatif, dan dapat menguatkan komitmen antar sektor untuk mencapai tujuan bersama yaitu Jawa Barat Zero New Stunting 2023” ujar Fazar
Di tempat yang sama, Kepala DP3AKB Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, yang membuka kegiatan mewakili Gubernur Ridwan Kamil mengungkapkan, generasi emas tanpa Stunting bukan mimpi yang tidak mungkin, tetapi tindakan nyata yang dapat diwujudkan.
Menurutnya, Konsolidasi itu merupakan wujud komitmen bersama untuk mencapai indikator-indikator Generasi Emas 2045 dan momentum untuk mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan selama termin pertama serta membuat rencana lanjutan hingga akhir tahun 2023.***
Editor : Ghiok Riswoto


