Bogor Timur Kembangkan Indoor Vertical Farming, Hasil Tani 10 Kali Lebih Higienis

Kecamatan Bogor Timur sedang kembangkan Indoor Vertical Farming yang membuat hasil tani 10 kali lebih higienis.

Bogor Timur Kembangkan Indoor Vertical Farming, Hasil Tani 10 Kali Lebih Higienis
Camat Bogor Timur, Rena Da Frina memperlihatkan teknik Indoor Vertical Farming yang membuat hasil tani 10 kali lipat lebih higienis.

INILAHKORAN, Bogor - Kecamatan Bogor Timur mengembangkan konsep pertanian masa depan dengan sistem Indoor Vertical Farming.

Indoor Vertical Farming yang dikembangkan Bogor Timur merupakan  teknik menanam secara bertingkat di dalam ruangan.

Diketahui, Indoor Vertical Farming ala Bogor Timur menjadi solusi untuk berkebun di lahan terbatas.

Baca Juga: Bogor Timur Kembangkan Indoor Vertical Farming, Hasil Tani 10 Kali Lebih Higienis

Dengan sistem yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini, hasil tani bisa 10 kali lebih higienis dan dengan cara yang lebih efisien.

Diketahui, dengan konsep ini, tempat menanam sayuran dan tumbuh-tumbuhan lainnya bisa memanfaatkan container bekas pabrik ataupun bisa juga menggunakan pipa juga talang air yang sudah dimodifikasi.

Camat Bogor Timur, Rena Da Frina mengatakan, pengembangan indoor vertical farming ini program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Agrifam dimanfaatkan untuk menghasilkan hasil tani yang 10 kali lebih higienis dengan cara yang lebih efisien.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta 23 Maret 2022: Andin dan Askara Butuh Perhatian Khusus, Al Gagal Terbang ke Amerika?

"Hasil panennya juga lebih bersih dan higienis, dengan konsep pertanian masa depan seperti ini juga masyarakat atau siapapun bisa bercocok tanam, terlebih Kota Bogor hanya memiliki sedikit lahan untuk digunakan bertani," ungkap Rena kepada InilahKoran, Rabu 23 Maret 2022.

Rena melanjutkan, metode Indoor Vertical Farming ini hanya membutuhkan tempat yang kecil serta menghemat penggunaan air hingga 90 persen.

"Hasil tanaman yang dihasilkan lebih sehat, bersih dan higienis. Selain tidak membutuhkan tempat yang luas, metode ini menghemat penggunaan air dan pupuk," tambah Rena yang merupakan Lurah Sempur ini.

Baca Juga: Panduan Lengkap Daftar UTBK SBMPTN 2022, Mulai Isi Data hingga Cetak Kartu Peserta

Rena memaparkan, penghematan air dan pupuk tersebut dikarenakan, proses pemupukan dilakukan sebelum pembibitan.

Jadi air yang nantinya mengalir ke media tanam, sebelumnya dicampurkan dengan pupuk dan difiltrasi hingga parameter air berada dibawah ph 7,5.

"Setelah air dicek menggunakan ph meter, benih baru ditanam kedalam lubang-lubang talang, yang nantinya dialiri air. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan sinar ultraviolet (UV) yang dibutuhkan tanaman guna menunjang pertumbuhannya, didalam ruangan dipasang Air Conditioner (AC) dan lampu khusus. Agar steril udaranya diganti AC, kemudian asupan sinar matahari diganti lampu LED light grow," paparnya.

Rena menjelaskan, untuk perawatan metode ini terbilang cukup mudah, hanya dengan memastikan parameter air tetap terjaga, mengecek nutrisi yang terkandung dalam air, memastikan media tanam tidak tercemar dan menjaga sanitasi didalam ruangan penanaman.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Rabu 23 Maret 2022: Didiagnosa Miliki Kelainan Jantung, Mici Khawatirkan Kondisi Askara

"Di sisi lain, hasil Indoor Vertical Farming ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dibanding dengan hasil pertanian konvensional pada umumnya. Karena memiliki cita rasa yang berbeda dengan yang biasanya, sehingga harga sayurannya jadi lebih mahal. Selain itu juga karena dalam proses penanaman dan perawatan memakan biaya yang cukup tinggi," jelasnya.

Rena menerangkan, rencananya, dalam waktu dekat Indoor Vertical Farming besutannya ini akan ditanami Edible Flower, bunga konsumsi yang biasanya digunakan untuk pelengkap salad, minuman atau puding yang belakangan tengah viral di media sosial.***(Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran